Universitas Padjajaran dan Komunitas SBSP Bahas Penanganan Sampah di Selayar
Sabtu, 15 Januari 2022 - 13:21 WIB
loading...
Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sukses menggelar Less Plastic Friday Festival di Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar, Jumat (14/1/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
SELAYAR - Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sukses menggelar Less Plastic Friday Festival di Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar, Jumat (14/1/2022). Acara ini berisi giat “Plogging”, berupa aktivitas jogging sambil memungut sampah pada jalur yang dilewati.
“Selain plogging, kami juga menggelar sharing session kepada partisipan acara dengan topik terkait sampah laut, terutama plastik. Pembicaranya dari Universitas Padjajaran dan Gerakan Selayar Bebas Sampah Plastik,” ucap Nursam selaku project officer Less Plastic Friday Festival di Selayar, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga: YBM PLN UIW Sulserabar Salurkan Bantuan Senilai Rp130 Juta ke Selayar
Pada event tersebut dilakukan pula demo pembuatan ecobrik, sebuah aktivitas daur ulang sampah plastik dimana botol plastik diisi padat dengan limbah non-biological untuk dimanfaatkan kembali, bisa sebagai blok bangunan, partisi, kaki meja dan lain-lain.
Pembicara dari Universitas Padjajaran Bandung adalah Noir Primadona Purba dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, sementara dari Selayar Bebas Sampah Plastik diwakili oleh Riyadi Achmad selaku Program Leader.
“Sampah laut adalah isu global yang jika tidak kita tangani sejak dini, akan menjadi ancaman di masa depan. Kampanye dan activation seperti yang digelar hari ini (red: Less Plastic Friday Festival), harus terus didorong,” ucap Noir di depan ratusan peserta yang terdiri dari siswa, relawan lingkungan dan masyarakat umum di Selayar.
Noir Primadona Purba juga menyampaikan beberapa fakta terkait sampah plastik dalam kaitaannya dengan perubahan iklim dan meningkatnya pemanasan global.
“Selain plogging, kami juga menggelar sharing session kepada partisipan acara dengan topik terkait sampah laut, terutama plastik. Pembicaranya dari Universitas Padjajaran dan Gerakan Selayar Bebas Sampah Plastik,” ucap Nursam selaku project officer Less Plastic Friday Festival di Selayar, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga: YBM PLN UIW Sulserabar Salurkan Bantuan Senilai Rp130 Juta ke Selayar
Pada event tersebut dilakukan pula demo pembuatan ecobrik, sebuah aktivitas daur ulang sampah plastik dimana botol plastik diisi padat dengan limbah non-biological untuk dimanfaatkan kembali, bisa sebagai blok bangunan, partisi, kaki meja dan lain-lain.
Pembicara dari Universitas Padjajaran Bandung adalah Noir Primadona Purba dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, sementara dari Selayar Bebas Sampah Plastik diwakili oleh Riyadi Achmad selaku Program Leader.
“Sampah laut adalah isu global yang jika tidak kita tangani sejak dini, akan menjadi ancaman di masa depan. Kampanye dan activation seperti yang digelar hari ini (red: Less Plastic Friday Festival), harus terus didorong,” ucap Noir di depan ratusan peserta yang terdiri dari siswa, relawan lingkungan dan masyarakat umum di Selayar.
Noir Primadona Purba juga menyampaikan beberapa fakta terkait sampah plastik dalam kaitaannya dengan perubahan iklim dan meningkatnya pemanasan global.
Lihat Juga :