Polisi Klarifikasi Laporan Wanita Disekap dan Diancam Dimutilasi oleh Rentenir

Rabu, 12 Januari 2022 - 20:00 WIB
loading...
Polisi Klarifikasi Laporan...
Polisi masih mendalami laporan terkait penyekapan dan ancaman dimutilasi yang dilakukan oleh diduga rentenir terhadap wanita bernama Sulistyawati. Foto: MPI/Nandha Aprilianti
A A A
TANGERANG - Polisi masih mendalami laporan terkait penyekapan dan ancaman dimutilasi yang dilakukan oleh diduga rentenir terhadap wanita bernama Sulistyawati. Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Komarudin membenarkan adanya laporan itu.

Baca juga: Tak Mampu Bayar Utang, Wanita di Tangerang Disekap dan Diancam

“Iya, (korban) sudah buat laporan. Kita sudah siapkan untuk undangan klarifikasi. Lihat nanti hasil klarifikasinya seperti apa,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (12/1/2022).

Polisi sudah membuat undangan klarifikasi terhadap pihak terlapor. “Per hari ini kita kirimkan undangan klarifikasi. Kita panggil pihak yang dilaporkan itu,” tukasnya.

Diketahui,Sulistyawati mengaku mengalami perlakuan kurang mengenakkan akibat tidak mampu bayar utang. Ia disekap dan diancam di rumah seorang diduga rentenir di kawasan Ciledug Indah II, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.



Penyekapan tersebut terjadi pada Jumat 7 Januari 2022 tepatnya pukul 15:00 hingga keesokan harinya. Dia baru bisa keluar dari rumah tersebut pada pukul 03.00 WIB.

Kejaksaan Kembalikan SPDP Penyekapan Pengusaha Depok, Ini Alasannya

Selama penyekapan, dia mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan, bahkan diancam dibunuh hingga dimutilasi. "Saya diancam mau dibunuh dan dimutilasi. Terus saya dikunciin di kamar, enggak dikasih makan enggak dikasih minum," ungkapnya.

Sulistyawati sebenarnya sudah miliki itikad baik untuk membayar utangnya dengan nominal Rp500 ribu dan memberikan sebuah handphone miliknya kepada F saat disekap. Namun dia tetap tidak diperbolehkan untuk keluar. "Teman saya yang kemudian membawakan uang lagi Rp500 ribu, juga tidak diterima," ucapnya.

Saat kejadian itu polisi dari Polsek Ciledug mendatangi lokasi kejadian. “Setelah Kanit Reskrim datang akhirnya saya diperbolehkan keluar," ungkapnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Kronologi Sahroni Diperas...
Kronologi Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved