Deretan Makanan Laut Ini Picu Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Dihindari

Senin, 10 Januari 2022 - 08:35 WIB
loading...
Deretan Makanan Laut Ini Picu Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Dihindari
Mengonsumsi makanan laut disebut bisa memicu koletserol tinggi. Foto/Ilustrasi/The Street
A A A
JAKARTA - Makanan laut atau seafood digemari banyak orang. Meski demikian, dalam mengonsumsi seafood, sebaiknya berhati-hati karena ada beberapa yang bisa memicu kolesterol tinggi.

Dilansir dari Express, Minggu (9/1/2022), kerang seperti tiram, remis, kepiting, lobster, serta udang merupakan deretan makanan laut yang mengandung kolesterol dalam jumlah besar.

Terlebih dalam kaitannya dengan ukuran porsinya. Misalnya, kepiting mengandung 71 mg kolesterol per porsi, lobster mengandung 61 mg per porsi, dan tiram mengandung 58 mg per porsi.

Baca Juga: 8 Cara Efektif Menaikkan Kolesterol Baik, Tanpa Obat

Tapi kandungan kolesterol terbesar terdapat pada udang. Porsi udang 3,5 ons yang dimasak mengandung 189 miligram kolesterol. Sebagai perbandingan, porsi salmon dengan ukuran yang sama mengandung sekitar 62 miligram kolesterol.

Meskipun udang dan kerang lainnya mengandung kadar kolesterol yang relatif tinggi, namun makanan laut ini rendah lemak dan sangat rendah lemak jenuh. Makanan ini juga mengandung mineral seperti selenium, yodium dan seng.

Ini berarti bahwa udang bisa dikonsumsi sebagai tambahan untuk diet sehat. Hanya saja, karena kolesterolnya yang tinggi, udang harus dimakan dalam jumlah sedang.

Baca Juga: Lidah Sapi Mengandung Kolesterol, Jangan Keseringan Dikonsumsi!

Beberapa makanan secara alami mengandung kolesterol, yang disebut kolesterol makanan. Makanan seperti hati, telur, dan udang lebih tinggi kolesterolnya daripada makanan lain.

Kolesterol makanan memiliki efek yang jauh lebih sedikit pada tingkat kolesterol dalam darah daripada jumlah lemak jenuh yang Anda makan. Jika dokter menyarankan mengubah diet untuk menurunkan kolesterol, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengurangi lemak jenuh.

(agn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2222 seconds (10.101#12.26)