Gubernur Khofifah Dukung Raperda Perlindungan Obat Tradisional

Rabu, 10 Juni 2020 - 14:25 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Dukung...
Gubernur Khofifah Dukung Raperda Perlindungan Obat Tradisional. Foto/Dok
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perlindungan Obat Tradisional yang diinisiasi oleh Komisi E DPRD Jatim.

Menurut dia, raperda ini penting, karena di tengah adanya pandemi COVID-19 obat-obat tradisional atau herbal ini terbukti memiliki efektivitas membangun imunitas tubuh untuk melawan virus corona. “Kami juga telah membahas dengan Menteri Kesehatan dan Kepala Gugus Tugas Pusat terkait banyaknya produk herbal yang bisa membangun imunitas tubuh melawan COVID-19,” kata Khofifah, Rabu (10/6/2020).

Khofifah menjelaskan, saat ini di RSUD dr Soetomo juga sudah terdapat unit rawat jalan obat tradisional Indonesia. Namun demikian, poli tersebut belum bisa berkembang dengan baik karena belum masuk skema BPJS. Sehingga tidak bisa reimburse. (Baca juga: Dinilai Mampu Tangkal Corona, Omset Penjualan Temulawak Meroket)

Fakultas Kedokteran Umum (FKU) Universitas Airlangga (Unair) juga memiliki program D3 untuk Prodi Pengobatan Tradisional. “Apa yang diinisiasi DPRD Jatim ini skalanya akan menjadi luas sekali dan strategis bagi sediaan farmasi dan obat- obatan di masa yang akan datang," kata dia.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Artono menjelaskan, produksi obat herbal di Jatim sangat potensial. Salah satunya tersedianya bahan baku obat herbal. Mengutip data Kementerian Perdagangan tahun 2016-2017, sejumlah komoditi asal Jatim menyumbang secara signifikan produksi nasional. Di antaranya, jahe (26,7% dari total nasional), kunyit (5,6%), laos (11,5%), hingga kencur (9,8%).

"Dengan besarnya potensi tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi untuk pengembangan dan perlindungan. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia," kata Artono.

Perda ini, kata dia, akan menjadi landasan untuk penelitian dan pengembangan terhadap obat tradisional. Sehingga, dapat menjadi fitofarmaka. Ke depan, Jatim akan memiliki kemandirian penyediaan obat."Cita-cita ini membutuhkan political will dan usaha besar serta sinergitas antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat," kata dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obat Tradisional Jadi...
Obat Tradisional Jadi Alternatif Pelayanan Kesehatan di RSMH Palembang
Kepala BPOM Inisiasi...
Kepala BPOM Inisiasi Pengembangan Obat Herbal melalui Kolaborasi WHO IRCH
Apakah HIV/AIDS Bisa...
Apakah HIV/AIDS Bisa Diatasi dengan Obat Tradisional?
7 Obat Termahal Sejagat,...
7 Obat Termahal Sejagat, Ada yang Tembus Rp60 Miliar!
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Berita Terkini
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved