Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk

Kamis, 06 Januari 2022 - 21:22 WIB
loading...
Warga Bandengan Sudah...
Warga Kampung Baru Kubur Koja, Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan masalah air PAM yang sudah berlangsung tiga bulan. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Warga yang bermukim di kawasan Kampung Baru Kubur Koja, Bandengan Utara, RW 15, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan masalah air PAM yang sudah berlangsung tiga bulan. Ketika air menyala, kondisinya malah keruh dan keluar bau tidak sedap.

"Sekali keluar airnya bau bangke, bau bentek gitu. Bingung saya juga," ujar salah satu warga Ko Inyo, saat ditemui, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Penuhi Ketersediaan Air Bersih di Jakarta, Dinas SDA Datangkan 5 IPA Mobile

Lantaran sulit mendapat air bersih, warga hanya bisa pasrah tidak melakukan aktivitas keseharian hingga membuat pekerjaan rumah menumpuk. "Sampai enggak mandi saya. Cucian juga numpuk. Kondisi kayak gini sudah mau tiga bulan. Kita kan juga perlu air bersih," kata Ko Inyo.

Emil, warga lainnya juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu air sempat menyala. Akan tetapi keluarnya air dibarengi dengan warga air yang keruh serta baru yang tidak sedap.



"Airnya bau, hitam, trus ngambilnya mesti tengah malam. Saya sudah lapor beberapa kali yang dateng cuma survei ke sini, dia tanya-tanya lalu bilang nanti akan sampaikan ke Jatibaru yang di Tanah Abang. Tapi sekarang enggak ada lagi yang datang," Ucapnya.

Baca juga: Minim Investasi, PAM Jaya Didesak Hentikan Kerja Sama dengan Palyja

Ketua RT 04/RW 15, Toni menyebutkan, terdapat empat RT di wilayah itu yang mengalami masalah air bersih ini. "Untuk sementara ini di RW 15 air itu tidak ada sama sekali, tidak keluar. Kalau keluar pun subuh, itu pun kecil. Yang ketahuan di RT 04, 05, 06, dan RT 07," kata Toni.

Untuk saat ini warga terpaksa memenuhi kebutuhan air bersih mereka dari sumur maupun galon isi ulang. Air gerobakan yang dianggap sebagai solusi ternyata juga tidak bagus, bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Ada rata-rata warga beli air isi ulang. Terus beli air pikul, itu juga bau. Kalau cuci baju pakai sumur," kata Toni.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Sucofindo dan ABPEDNAS...
Sucofindo dan ABPEDNAS Bangun Sumur Air Bersih di 70 Titik
NHM Peduli dan Warga...
NHM Peduli dan Warga Dusun Kobok Bersama Bangun Fasilitas Air Bersih melalui Sistem Swakelola
Rekomendasi
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved