Ribuan Massa Kembali Kepung Kantor Bupati Lombok Timur
Kamis, 06 Januari 2022 - 11:42 WIB
loading...
Ribuan massa di Lombok Timur, NTB turun ke jalan menuntut polisi mengusut tuntas dugaan kasus ujaran kebencian ustaz Mizan Qudusiah. Foto/iNews TV/Ramli Nurawang
A
A
A
LOMBOK TIMUR - Ribuan massa dari sejumlah Ormas di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali turun ke jalan menuntut polisi mengusut tuntas dugaan kasus ujaran kebencian yang melibatkan ustaz Mizan Qudusiah.
![Ribuan Massa Kembali Kepung Kantor Bupati Lombok Timur]()
Ribuan massa yang tergabung dalam gerakan ahli sunnah waljamaah ini berorasi di depan kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (6/1/2022).
Baca juga: Pesantren As-Sunnah di Lombok Timur Diserang, Warga Diminta Tak Terprovokasi
Massa mengecam pernyataan tokoh As-sunah Ustaz Mizan Qudusiah yang dinilai melecehkan dan paham yang diajarkannya rentan menyulut perpecahan.
Ketua Majelis Mujahidin NTB, Taufan Iswandi mengatakan, pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sehingga tidak terulang kejadian serupa.
Sementara Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi SJ yang menerima massa meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum ke aparat kepolisian.
Baca juga: Perusakan Ponpes di Lombok Timur, Menag Minta Ceramah Tak Pancing Emosi Publik
Setelah sekitar dua jam menyampaikan aspirasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan dikawal aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur.

Ribuan massa yang tergabung dalam gerakan ahli sunnah waljamaah ini berorasi di depan kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (6/1/2022).
Baca juga: Pesantren As-Sunnah di Lombok Timur Diserang, Warga Diminta Tak Terprovokasi
Massa mengecam pernyataan tokoh As-sunah Ustaz Mizan Qudusiah yang dinilai melecehkan dan paham yang diajarkannya rentan menyulut perpecahan.
Ketua Majelis Mujahidin NTB, Taufan Iswandi mengatakan, pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sehingga tidak terulang kejadian serupa.
Sementara Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi SJ yang menerima massa meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum ke aparat kepolisian.
Baca juga: Perusakan Ponpes di Lombok Timur, Menag Minta Ceramah Tak Pancing Emosi Publik
Setelah sekitar dua jam menyampaikan aspirasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan dikawal aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur.
(shf)
Lihat Juga :