Pendidikan dan Moderasi Beragama Perkuat Persatuan Bangsa

Rabu, 05 Januari 2022 - 03:15 WIB
loading...
Pendidikan dan Moderasi...
Ketua PB Al-Washliyah, Mahmudi Affan Rangkuti menyatakan pentingnya penguatan nilai-nilai agama dan kebangsaan yang fundamental dalam keberagaman sejak dini. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Keberagaman telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang diakui oleh seluruh penjuru dunia. Pluralisme telah membentuk kultur yang toleran dan mencintai sesama. Namun, saat ini kerap kali kita jumpai praktik-praktik intoleransi yang mencoreng nilai luhur dan kearifan lokal budaya bangsa ini.

Ketua PB Al-Washliyah, Mahmudi Affan Rangkuti menyatakan, perlu ada penguatan nilai-nilai agama dan kebangsaan yang fundamental khususnya dalam hal keberagaman sejak dini. Hak itu melalui aspek pendidikan dan moderasi beragama.

Baca juga: Temui Paus Fransiskus, Anggun C Sasmi Tuai Pujian dan Dianggap Duta Toleransi

"Pendidikan dan melalui moderasi beragama inilah cara jitu disampaikan kepada masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi itu sendiri," ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Dia melanjutkan, hal tersebut perlu dilakukan sebagai upayauntuk mengembalikan karakter luhur bangsa dalam bingkai toleransi di negeri ini. Sehingga moderasi begarama perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan.

"Moderasi beragama perlu untuk menjadi mata ajar di sekolah-sekolah. Ini memiliki banyak manfaat sebagai pengungkit sifat dan naluri kemanusiaan, rasa cinta, kasih dan sayang. Ini perlu dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi," jelasnya.

Setelah selesai menempuh pendidikan, maka tinggal memperdalam kembali toleransi dan moderasi beragama. "Ini agar tidak hilang begitu saja misalnya akibat dari adanya budaya-budaya luar yang masuk yang bisa merusak budaya yang dimiliki bangsa ini," katanya.

Anggota Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama BNPT RI ini menilai, maraknya kasus dan praktik intoleransi di negeri ini karena kurangnya memahami arti nilai keluhuran atas rasa cinta dan kasih sayang.

Baca juga: Kemenag Sebut Generasi Milenial Agen Moderasi Beragama

"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena memiliki akal dan pikiran yang berbasis cinta, kasih dan sayang. Maka perbuatan kepada manusia lainnya juga semestinya atas nama tersebut. Ini yang mesti ditanamkan agar pemahaman itu semakin kuat," ujarnya.

Mahmudi menjelaskan, dari sudut pandang ajaran Islam sejatinya toleransi adalah keniscayaan. Konseprahmatal lil ‘alamin, memiliki arti agama yang mengayomi seluruh alam. Islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati bukan memaksa.



"Karena keragamaan umat manusia dalam beragama adalah kehendak Allah SWT. Menolak keragaman, maka sama halnya menolak kehendak Allah SWT. Maka titik temu dalam keragaman adalah toleransi dalam bentuk moderasi atau menjadi titik tengah," lanjutnya.

Selain itu, perlu peran tokoh agama, adat, dan masyarakat untuk bisa ikut terjun bersama mendorong moderasi beragama kepada umat atau pengikutnya.

"Saya pun yakin para pengikutnya dan simpatisannya itu juga akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah dicontohkan para tokoh atau pemimpinnya itu tadi mengenai betapa pentingnya saling bertoleransi antas sesama umat dan juga masyarakat lainnya," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI).

Dia optimistis pada 2022 ini bisa menjadi tahun toleransi dan moderasi beragama.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Halalbihalal,...
Gelar Halalbihalal, Jagatara Komitmen Dukung Program Presiden Prabowo
Miris Rumah Doa Digeruduk...
Miris Rumah Doa Digeruduk Massa, Sahroni: Aparat Harus Tegas Tindak Pihak Intoleran
Waka MPR: Dari Pesantren...
Waka MPR: Dari Pesantren Lahir Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Siap Mengabdi
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Muktamar Krapyak, Ulama...
Muktamar Krapyak, Ulama Muda Rumuskan Teologi Kerukunan Kosmik
Lawan Intoleransi dan...
Lawan Intoleransi dan Bullying, Ribuan Siswa Deklarasi Pelajar Damai
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
Prabowo: Waisak Momentum...
Prabowo: Waisak Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Rekomendasi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved