Pakar Kebijakan Sebut Sumut Belum Siap Menyambut New Normal

Rabu, 10 Juni 2020 - 11:36 WIB
loading...
Pakar Kebijakan Sebut...
Rumah Milenial Indonesia (RMI) Wilayah Sumatera Utara dan beberapa pakar kebijakan menilai pemerintah pusat terlalu terburu-buru dalam penerapan tatanan kenormalan baru. Foto/SINDOnews. Sartana Nasution
A A A
MEDAN - Rumah Milenial Indonesia (RMI) Wilayah Sumatera Utara dan beberapa pakar kebijakan menilai pemerintah pusat terlalu terburu-buru dalam penerapan tatanan kenormalan baru (New normal ) dalam menghadapi pandemik Corona Virus (Covid-19).

Direktur RMI Wilayah Sumut, Piki Darma Kristian Pardede, M.Si, mengatakan pemerintah tidak memiliki analisis kebijakan yang jelas dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. (Baca juga : Anggota DPR Cek Kesiapan UMSU Medan Terapkan New Normal )

"Munculnya kebijakan New Normal seolah-olah pemerintah berangapan Pandemi Covid bukan ancaman serius, kita tau bahwa setiap provinsi dan daerah kabupaten/kota masih dibayang-bayangi oleh kekejaman pandemi ini" kata Piki saat setelah Webinar Implementasi Manajemen Risiko untuk Mengawal Kebijakan Publik Penangan Covid-19 Dalam Menghadapi New Normal, Selasa (9/6/2020).

Menurut Piki, kenormalan baru dapat disusun dan diterapkan pemerintah ketika trend kasus positif Covid-19 cendrung menurun. Namun dengan catatan bahwa penerapan kehidupan baru harus dilakukan secara terpadu dengan standar dan kedisiplinan dari masyarakat.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dr Riant Nugroho Pakar Kebijakan Publik yang juga merupakan Dosen Pascasarjana Administrasi Publik Universitas Indonesia. Ia kemudian mencontohkan kebijakan kenormalan baru di Korea Selatan, Jepang, Swedia dan China yang membuka kembali aktivitas masyarakat malah yang melahirkan gelombang baru Covid-19.

"Kita sebenarnya belum siap untuk New Normal, belum ada kesiapan pemerintah bahkan masyarakat, nyatanya Jepang, Korsel, Swedia dan China yang lebih dahulu melonggarkan kebijakan lockdown dengan dalih sudah tidak ada kasus, malah menimbulkan gelombang baru dan meningkatkan kasus positif Covid-19," kata Riant.

Selain itu, Dr Riant Nugroho juga mempertanyakan apakah pemerintah sendiri sudah memahami formulasi dan manajemen risiko kebijakan yang nantinya akan timbul saat new normal.

"Kadang pemerintah kita seperti bondo nekat, main hajar saja. Ini jadi masalah pemerintah kita. Harusnya di analisis dulu. Setiap kebijakan ada manajemennya, apakah formulasi itu sudah menjawab risiko yang muncul, lalu bagaimana dengan pemahaman pemerintah. New normal itu apa, sudah ada gambaran risiko, dan bagaimana mengatasi risiko itu. Itu dulu yang paling utama" ujar Dr Riant Nugroho. (Baca juga : Bandara Internasional Silangit Hari Ini Dibuka Kembali Setelah 2 Bulan Tutup )

Menurutnya, memang dampak Covid ini luas, semua kepala daerah sampai pusing. Seperti Walikota Solo mengaku kehabisan anggaran daerah. Kondisi masih mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah pusat seharusnya jauh lebih serius membuat opsi-opsi menangani perkara ini. Ditingkatan atas perlu berpikir lebih jauh terhadap perumusan kebijakan," tegasnya.

Dalam webinar tersebut turut hadir Dr. Edward Sigalingging, M.Si Perwakilan Kemendagri, Dr. Willma Silalahi dari Mahkamah Konstitusi, Perwakilan BPK RI dan Pakar-pakar kebijakan dari UGM, LAN, dan Bappeda.
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Sambut...
Bobby Nasution Sambut Pangdam I/BB, Pastikan Sumut Gerak Cepat Tanggulangi Bencana
Pemprov Sumut Luncurkan...
Pemprov Sumut Luncurkan FYP 2025, Dorong 1.700 UMKM Naik Kelas dan Go Digital MEDAN
Listrik Tapteng Ditargetkan...
Listrik Tapteng Ditargetkan Normal Jumat, Gubernur Bobby Nasution Gelar Rapat Darurat dengan Menteri ESDM
Gubsu Bobby Nasution...
Gubsu Bobby Nasution Upayakan Pembukaan Akses Tukka yang Terisolasi Akibat Longsor di Tapteng
Gubernur Bobby Nasution...
Gubernur Bobby Nasution Terbang Gunakan Hercules Bawa Bantuan ke Tapteng–Sibolga yang Masih Terisolir
Rumah Dinas Gubernur...
Rumah Dinas Gubernur Sumut Bobby Nasution Terendam Banjir
Update Bencana di Sumut:...
Update Bencana di Sumut: 116 Orang Tewas, 42 Hilang
Geledah Rumah Kadis...
Geledah Rumah Kadis PUPR Sumut, KPK Sita Pistol dan Uang Rp2,8 Miliar
KPK: Kadis PUPR Sumut...
KPK: Kadis PUPR Sumut Tersangka Suap Proyek Jalan Bakal Dapat Jatah Rp8 Miliar
Rekomendasi
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Berita Terkini
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Infografis
Pakar Ingatkan Omongan...
Pakar Ingatkan Omongan Jokowi, Kebijakan Jangan Dikriminalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved