Petugas Karantina Pelabuhan Tanjung Priok Sita Ratusan Ton Beras Ilegal

Kamis, 30 Desember 2021 - 20:31 WIB
loading...
Petugas Karantina Pelabuhan...
Petugas Karantina Pelabuhan Tanjung Priok sita ratusan ton beras ilegal di NPCT1 Jakarta Utara. Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Balai Besar Karantina Pertanian Pelabuhan Tanjung Priok mengamankan 10 kontainer yang berisikan ratusan ton beras impor ilegal di Common Area New Priok Container Terminal One (NPCT1), Cilincing, Jakarta Utara.

Penanggung Jawab Karantina Tumbuhan NPCT1 Ruthy Riris Moravia Hutagalung mengatakan, sebanyak 250 ton beras impor disita pihaknya karena tidak sesuai dengan perijinan yang impor yang diminta.

”Jadi berdasarkan informasi, pada tanggal 21 Desember, PT Lumbung Pangan Mandiri Bersama meminta ijin untuk mengimpor beras pecah 100%,” kata Ruthy di NPCT1, Kamis (30/12/2021). Baca juga: Bulog Peduli Gizi Gelontorkan Bantuan Beras Bervitamin kepada Dua Ribu Balita

Kemudian dikatakan Ruthy, pada tanggal 22 Desember TPK NPCT1 melakukan uji coba terhadap dua konteiner dari 10 kontainer yang diajukan. Dari hasil tersebut, petugas menemukan bahwa impor beras tersebut tidak sesuai dengan isi dokumen (beras pecah) yang diajukan.

”Tidak sesuai, kami tidak menyebutnya beras premium tapi sama sekali tidak menggambarkan yang di impor beras pecah 100%. Bahkan ada beras itu yang masih itu bulirnya,” kata Ruthy. Baca juga: Bulog Serap 1,2 Juta Ton Beras Petani hingga Akhir 2021

”Kita tahu sendiri beras 100% itu artinya pecah seluruhnya. Namun beras itu masih ada bulirnya yang kita konsumsi selama ini, saya melaporkan kasus ini dan diambil langkah melakukan pemeriksaan selanjutnya,” sambungnya.

Ditambahkan Ruthy, PT Lumbung Pangan Mandiri Bersama memiliki TI (Perusahaan Impor) atau ijin resmi terhadap beras 100 persen dan beras tersebut didatangkan dari Kamboja.

”Jadi pelanggaran (ilegal) yang dilakukan, menurut kami tidak sama dengan permohonanatau dokumen yang di ajukan. Dan negara di rugikan sebesar Rp1,9 milyar,” tuturnya.

Ketua Hubungan Antar Lembaga Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya beras impor ilegal dengan modus beras pecah. ”Kan kasihan petani kita yang harusnya menikmati hasil panen mereka kemudian masuk hasil produk mereka ke pedagang kami,” ucapnya.

Kondisi tersebut menyulitkan para petani yang selama ini sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Sementara harga yang ditawarkan harus bersaing dengan produk impor. ”Ada oknum yang mencoba menjual dengan harga sama dengan harga dalam negeri. Sehingga bisa menjatuhkan harga petani yang dibeli tengkulak,” ungkapnya.

Andrian menambahkan pihaknya berterima kasih kepada pemerintah dengan mencegah masuknya barang impor ilegal tersebut sehingga para petani masih bisa terlindungi. ”Harapan besar kami kedepannya kami berharap seluruh pasokan beras di pasok petani dalam negeri. Kita mau menjual hasil dalam negeri,” tandasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved