Rudenim Makassar Pulangkan 16 Pengungsi ke Negara Asal

Kamis, 23 Desember 2021 - 18:50 WIB
loading...
Rudenim Makassar Pulangkan...
Petugas Imigrasi bersama sejumlah pengungsi saat akan berangkat ke negara tujuan. Foto: Humas Rudenim Makassar
A A A
MAKASSAR - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar telah memulangkan sejumlah pengungsi asing selama tahun 2021, baik melalui deportasi, pemukiman kembali di negara ketiga atau resettlement, dan sukarela atau Assisted Voluntary Return (AVR).

Kepala Rudenim Makassar, Alimuddin mengatakan, mereka yang dipulangkan rerata berkewarganegaraan Filipina, Sri Lanka, Afghanistan, Irak, dan Sudan yang selama ini menempati rumah tinggal sementara di beberapa titik di Makassar.

Baca juga:Dua Pengungsi Asing Diamankan Usai Bikin Onar di Penampungan

Alimuddin menjelaskan, ada empat pengungsi asing dideportasi: 3 orang dari Srilanka, sisanya Filipina. Lalu secara resettlement 6 orang: 2 dari Sudan tujuan Kanada, empat dari Afghanistan tujuan Australia. Terakhir jalur AVR 16 orang: 6 dari Irak, 1 dari Afghanistan, 1 dari Sudan dan 8 dari Srilanka.

"Khusus pemberangkatan secara resettlement menurun tahun ini. Tahun 2020 jauh lebih banyak yaitu 46 orang dengan negara tujuan adalah Kanada, Australia dan USA," katanya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Kamis (23/12).

Dia mengaku, penurunan jatah resettlement faktor utamanya karena kebijakan pengurangan penerimaan dari negara-negara suaka, "Ditambah lagi dengan adanya larangan bepergian karena pandemi Covid-19 ," ucapnya.

Alimuddin mengungkapkan, salah satu pengungsi teranyar yang mendapatkan resettlement adalah Mahdi asal Afganistan. Pria berusia 30 tahun itu dikirim ke Australia pada Kamis dini hari, setelah tujuh tahun mengungsi di Makassar. Ia berangkat dengan pengawalan petugas.

Baca juga:Penerbitan SE Gubernur Terkait Pembatasan Mobilitas Pengungsi Diharap Dipercepat

Menurut Alimuddin, permintaan AVR menjadi salah satu pilihan yang paling memungkinkan bagi pengungsi. Daripada mereka menunggu lama di lokasi pengungsian tanpa kejelasan dari negara yang bersedia menampung.

Di tahun 2020 AVR dilakukan terhadap 12 orang pengungsi, sedangkan tahun 2021 naik menjadi 16 orang. "Harapan kami, bagi pengungsi yang negaranya sudah aman, silakan untuk mengajukan AVR ke UNHCR dan IOM, daripada mereka mengharapkan resettlement yang trennya selalu berkurang," ucapnya.

Terpisah, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel Dodi Karnida menyatakan berkurangnya jumlah resettlement tahun 2021 kemungkinan besar akibat kebijakan pemerintahan negara penerima suaka.

Baca juga:Pengungsi Asal Luar Negeri di Makassar Kini Dipantau Lewat Aplikasi

"Tentu saja harapan kita ke depan, situasi keamanan dunia semakin kondusif sehingga aliran penempatan pengungsi dari Indonesia khususnya dari Makassar, semakin meningkat," kata Dodi.

Saat ini Rudenim mengawasi dan melayani 1559 orang pengungsi asing, yang ditampung pada 21 rumah tinggal sementara, Rudenim Makassar dan Kanim Makassar. Rerata mereka dari Afganistan, Myanmar, Iran, Somalia, Sudah, Irak, Ethiopia, Pakistan, Palestina, Mesir, Yaman dan Srilanka.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Banjir Demak, Jumlah...
Banjir Demak, Jumlah Pengungsi Bertambah Menjadi 2.839 Jiwa
Data Terkini Pengungsi...
Data Terkini Pengungsi Bencana Sumatera, 12.994 Orang Masih Tinggal di Tenda
Jumlah Pengungsi Korban...
Jumlah Pengungsi Korban Bencana Sumatera Berkurang dari 2 Juta Kini Tersisa 74.369 Jiwa
2.453 Warga Mengungsi...
2.453 Warga Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Padasari Tegal
Pengungsi Turun 99,63...
Pengungsi Turun 99,63 Persen, DPR Puji Kinerja Satgas PRR Tangani Bencana di Sumatera
Satgas Percepatan Rehabilitasi...
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fokus Wujudkan Nol Pengungsi di Tenda
Update Hari Ini, Jumlah...
Update Hari Ini, Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera 105.842 Orang
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved