Penataan Ruang di Tangsel, Pemkot Ungkap Kendala hingga Gandeng Para Ahli

Rabu, 22 Desember 2021 - 21:38 WIB
loading...
Penataan Ruang di Tangsel,...
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ikhsan mengatakan, Kota Tangsel lahir dari pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang sehingga segala macam infrastruktur ikut diwariskan di dalamnya. Foto: Dok/MNC Portal Indonesia
A A A
TANGERANG SELATAN - Penataan Kota Tangerang Selatan ( Tangsel ) segera dilakukan. Sejak awal terbentuk pada tahun 2008 silam, wilayah dengan luas sekira 147, 2 kilometer persegi itu belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang tahapannya kini masih dalam penyelesaian.

Penataan wilayah secara terperinci nantinya mengikuti ketentuan dalam RDTR. Jika Perda itu telah disahkan, maka segala lingkup pembangunan akan menyesuaikan. Masalahnya kemudian, bagaimana menata pembangunan yang ada saat ini agar sesuai dengan peraturan tersebut. Baca juga: Heboh Penampakan Awan Mirip Tornado di Tangsel, Begini Faktanya

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ikhsan mengatakan, Kota Tangsel lahir dari pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang sehingga segala macam infrastruktur ikut diwariskan di dalamnya. Pertumbuhan yang sudah berjalan itu, kata dia, belum tentu sesuai dengan penataan kota di masa depan.

"Tangsel kan 2008 bentuknya sudah kita tahu kan, sudah seperti itu bentuknya. Yang diperlukan adalah bukan perencanaan dari nol. Karena Tangsel sudah terbentuk dari zaman kabupaten secara organik, perkampungan kota nya, lalu perumahan juga dulu perizinannya kita tidak mengikuti ya. Kami harap dengan bentuk yang sudah ada ini dan pengembangan ke depannya bisa sesuai dengan harapan yang kami punya," tutur Pilar di kawasan Intermark, Serpong, Tangsel, Rabu (22/12/21).

Diakui Pilar, melanjutkan pembangunan yang sudah ada tidaklah mudah karena harus menyesuaikan dengan rencana pembangunan tata ruang ke depan. Dia menyebut, butuh keseriusan dalam membangun kesepahaman dengan berbagai pihak guna penataan kota.

"Untuk yang existing sebetulnya yang jadi kendala. Kalau yang perizinan baru kan bisa kami kontrol dengan ketat, tapi kalau yang sudah exist ini yang perlu energi yang serius lah untuk bisa memperbaikinya," sambungnya.

Dalam pelaksanaannya, menata kota yang ada saat ini rentan berbenturan dengan kepentingan masing-masing. Apalagi Tangsel juga memiliki banyak pengembang besar yang sudah membangun bisnisnya sejak lama di berbagai tempat.

"Itulah yang harus kita selesaikan bersama-sama. Pemerintah kota harus bisa memberikan jalan tengah untuk semua pihak di Tangsel ini. Jangan sampai ada yang dirugikan, tapi juga tetap tujuan penataan ruang di Tangsel tercapai," kata Pilar.



Saat ini, Pemkot Tangsel telah menggandeng organisasi profesi Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) guna memberi masukan perencanaan dalam menata wilayah. Nantinya para ahli itu akan bergabung dalam Forum Penataan Ruang (FPR) tingkat kota yang di dalamnya terdiri dari dinas terkait, akademisi hingga tokoh masyarakat.

"Memang proses RDTR di Tangsel ini kan sedang berlangsung. Mudah-mudahan dengan pandangan dari para ahli, dari berbagai disiplin ilmu mudah-mudahan terwujud suatu rencana detail tata ruang yang sangat bagus untuk Tangsel, itu harapan kami," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IAP Indonesia Hendricus Andy Simarmata mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel. Isi surat itu meminta agar perwakilan profesi ahli tersebut bergabung dalam memberikan masukan soal penataan kota.

"Kami sudah membalasnya (surat permintaan). Mungkin dalam waktu dekat segera dibentuk SK Wali Kota untuk Forum Penataan Ruang ini," tutur Andy di lokasi yang sama. Baca juga: Ikuti Jejak Ayahanda, Wali Kota Tangsel Pimpin Peperangan, Perang Lawan Apa?

Dia menyebut, menata kota yang sudah tumbuh berjalan seperti Tangsel memang tak mudah. Ditambah lagi keberadaan wilayah itu berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta, di mana imbasnya akan banyak individu atau pun pengembang yang memerluas bisnis hunian di Kota Tangsel.

"Tangsel menurut saya cukup mendapatkan keberuntungan karena manfaat dari besarnya ekonomi Jakarta. Jadi banyak orang berusaha mengembangkan rumah-rumah, property di sini. Tetapi yang perlu diperkuat adalah keterkaitannya dengan publik transport, supaya orang jangan terlalu banyak lah memakai kendaraan pribadi. Jadi itu yang harus diantisipasi. Nanti kita akan memberi pertimbangan-pertimbangan itu secara teknis," tandasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Rekomendasi
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Berita Terkini
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved