Pura Widya Santika Diresmikan Wujud Toleransi Beragama
Selasa, 21 Desember 2021 - 21:33 WIB
loading...
Pura Widya Santika di Kampus UP Jakarta diresmikan wujud toleransi beragama. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
JAKARTA - Rumah ibadah umat Hindu diresmikan di lingkungan kampus Universitas Pancasila (UP) Jakarta. Pura Widya Santika ini berada berdampingan dengan klenteng dan vihara sebagai wujud toleransi beragama dalam lingkungan kampus.
Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo mengatakan, ini adalah gambaran nyata wujud toleransi umat beragama. Dan toleransi ini sudah ada sejak nenek moyang dulu ketika Candi Borobudur dan Candi Prambanan ada dan pemeluknya hidup rukun damai.
”Pembangunan sarana ibadah yang berdekatan satu sama lain menumbuhkan saling pengertian dan menghargai yang menimbulkan rasa toleransi antar umat beragama,” katanya, Selasa (21/12/2021). Baca juga: Kemenag Launching Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021
Dikatakan Siswono, pendirian rumah ibadah secara berdampingan dapat menumbuhkan saling pengertian, menghargai sehingga timbul rasa toleransi umat beragama. Dia mengingatkan agar tiap individu tidak menjadi fanatisme buta yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan.
Karena fanatisme buta adalah hal yang sangat berbahaya, apalagi dibarengi dengan kebodohan yang bisa menimbulkan fundamentalisme dan radikalisme. ”Radikalisme inilah akan menimbulkan bibit-bibit terorisme, seperti kita lihat di beberapa tempat ada perusakan sarana ibadah. Semua agama mengajarkan kasih saying sesama mahluk hidup,” ucapnya.
Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo mengatakan, ini adalah gambaran nyata wujud toleransi umat beragama. Dan toleransi ini sudah ada sejak nenek moyang dulu ketika Candi Borobudur dan Candi Prambanan ada dan pemeluknya hidup rukun damai.
”Pembangunan sarana ibadah yang berdekatan satu sama lain menumbuhkan saling pengertian dan menghargai yang menimbulkan rasa toleransi antar umat beragama,” katanya, Selasa (21/12/2021). Baca juga: Kemenag Launching Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021
Dikatakan Siswono, pendirian rumah ibadah secara berdampingan dapat menumbuhkan saling pengertian, menghargai sehingga timbul rasa toleransi umat beragama. Dia mengingatkan agar tiap individu tidak menjadi fanatisme buta yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan.
Karena fanatisme buta adalah hal yang sangat berbahaya, apalagi dibarengi dengan kebodohan yang bisa menimbulkan fundamentalisme dan radikalisme. ”Radikalisme inilah akan menimbulkan bibit-bibit terorisme, seperti kita lihat di beberapa tempat ada perusakan sarana ibadah. Semua agama mengajarkan kasih saying sesama mahluk hidup,” ucapnya.
Lihat Juga :