Kepala BPSDM Sulsel Ingatkan ASN Luwu Agar Miliki Target Pribadi
Senin, 06 Desember 2021 - 15:23 WIB
loading...
Kepala BPSDM Sulsel, Asri Sahrun Said, menjadi pemateri dan memberikan pembekalan peningkatan kapasitas aparatur kecamatan dan kelurahan di Luwu, Senin (6/12). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, Asri Sahrun Said, menjadi pemateri dan memberikan pembekalan peningkatan kapasitas aparatur kecamatan dan kelurahan di Luwu, Senin (6/12) siang.
Dalam pemaparannya, Asri memberikan gambaran tentang peningkatan kualitas SDM aparatur. Dia menyampaikan, sebagai ASN , baik itu seorang pemimpin seperi camat dan lurah haruslah mempunyai target dalam setiap pekerjaan.
Baca juga:Camat dan Lurah di Luwu Ikut Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi
"Tugas seorang camat dan lurah sangat jelas sekali sehingga saya tidak perlu menyampaikan di sini. Yang perlu kita lakukan adalah, bekerja itu harus ada target, ini yang akan saya jelaskan, seperti bisa mencapai target sebagai seorang camat dan lurah," ujarnya.
"Ada tiga hal yang wajib kita miliki, yakni knowledge, skill, dan attitude. Ketiga hal ini mungkin sudah tidak asing kita dengar. Di mana knowledge berarti pengetahuan, skill artinya keterampilan, dan attitude berarti sikap," ujarnya.
Knowledge, skill, dan attitude adalah tiga kompetensi yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Knowledge atau pengetahuan setelah belajar atau memfungsikan pikiran dan alat indera.
Sementara skill adalah keterampilan berarti mengembangkan pengetahuan yang didapatkan melalui training dan pengalaman dengan melaksanakan beberapa tugas.
Baca juga:Kegiatan Timbulkan Kerumunan saat Nataru di Luwu Dilarang
Sementara attitude atau sikap, tingkah laku, kesopanan dan moral. "Jika ingin memilih, saya lebih memilih orang setengah pandai tapi attitude nya bagus, dari pada pandai tetapi tidak memiliki moral yang baik," ujarnya.
Ketiga hal tersebut sangat penting perannya dalam perkembangan diri dan mengelola sebuah organisasi termasuk di pemerintahan.
Dirinya juga mendorong ASN untuk tidak melepaskan kesempatan jika ada di depan mata, serta menerima di manapun seorang ASN diposisikan.
"Di mana pun anda diposisikan terima itu sebagai sebuah penghargaan. Berdayakan kemampuan anda dan buat rencana kerja serta tentukan target. Posisi camat dan lurah ini luar biasa, sebuah ujung tombak pelayanan," ujarnya
"Bagi yang diberikan amanah dan tanggung jawab harus siap. Manfaatkan setiap momen sebagai kesempatan dalam belajar. Dan jangan lupa disiplin dalam pekerjaan, sehingga target jelas, kemudian pekerjaan dinikmati serta mencintai pekerjaan. Jaga sikap dengan siapapun kita ketemu, perbaiki komunikasi dan koordinasi," lanjutnya.
Baca juga:Wujudkan Generasi Sehat, Dinas PPKB Palopo Genjot Program Cegah Stunting
Dalam kesempatan ini, ada 3 hal yang menjadi pesan Kepala BPSDM Sulsel kepada para camat dan lurah di Luwu, yakni, pintar tapi tidak menggurui, kritis tapi tidak melukai dan cepat tapi tidak mendahului.
Dirinya juga berpesan bahwa seorang pejabat tidak boleh mengeluh akan jabatan dan fasilitas yang diterimanya. Dirinya juga meminta pejabat menghindari konflik karena ini akan menurunkan kualitas diri.
"Jangan bangun konflik dengan siapa pun, termasuk dengan orang-orang di lingkungan kerja kita. Jangan bicarakan atasan, hindari kegaduhan di ruang lingkup kita bekerja," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, dirinya juga menyinggung soal sistem merit. Sistem ini merupakan manajemen kepegawaian yang menekankan pertimbangan dasar kompetensi bagi calon yang diangkat, ditempatkan, dipromosi dan dipensiunkan sesuai UU yang berlaku.
Baca juga:Dharma Wanita Persatuan Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas SDM
Sistem merit dibangun untuk mengelolakepegawaian berbasis kompetensi, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 berdasarkan perpres no 18 tahun 2020.
"Jadi setiap ASN jelas kinerjanya, dan tugasnya. Menjamin pola karir setiap PNS, sampai pensiun, dia menjadi apa 5 tahun ke depan. Jika ini berjalan baik, tidak perlu lagi dilaksanakan lelang jabatan," kuncinya.
Dalam pemaparannya, Asri memberikan gambaran tentang peningkatan kualitas SDM aparatur. Dia menyampaikan, sebagai ASN , baik itu seorang pemimpin seperi camat dan lurah haruslah mempunyai target dalam setiap pekerjaan.
Baca juga:Camat dan Lurah di Luwu Ikut Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi
"Tugas seorang camat dan lurah sangat jelas sekali sehingga saya tidak perlu menyampaikan di sini. Yang perlu kita lakukan adalah, bekerja itu harus ada target, ini yang akan saya jelaskan, seperti bisa mencapai target sebagai seorang camat dan lurah," ujarnya.
"Ada tiga hal yang wajib kita miliki, yakni knowledge, skill, dan attitude. Ketiga hal ini mungkin sudah tidak asing kita dengar. Di mana knowledge berarti pengetahuan, skill artinya keterampilan, dan attitude berarti sikap," ujarnya.
Knowledge, skill, dan attitude adalah tiga kompetensi yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Knowledge atau pengetahuan setelah belajar atau memfungsikan pikiran dan alat indera.
Sementara skill adalah keterampilan berarti mengembangkan pengetahuan yang didapatkan melalui training dan pengalaman dengan melaksanakan beberapa tugas.
Baca juga:Kegiatan Timbulkan Kerumunan saat Nataru di Luwu Dilarang
Sementara attitude atau sikap, tingkah laku, kesopanan dan moral. "Jika ingin memilih, saya lebih memilih orang setengah pandai tapi attitude nya bagus, dari pada pandai tetapi tidak memiliki moral yang baik," ujarnya.
Ketiga hal tersebut sangat penting perannya dalam perkembangan diri dan mengelola sebuah organisasi termasuk di pemerintahan.
Dirinya juga mendorong ASN untuk tidak melepaskan kesempatan jika ada di depan mata, serta menerima di manapun seorang ASN diposisikan.
"Di mana pun anda diposisikan terima itu sebagai sebuah penghargaan. Berdayakan kemampuan anda dan buat rencana kerja serta tentukan target. Posisi camat dan lurah ini luar biasa, sebuah ujung tombak pelayanan," ujarnya
"Bagi yang diberikan amanah dan tanggung jawab harus siap. Manfaatkan setiap momen sebagai kesempatan dalam belajar. Dan jangan lupa disiplin dalam pekerjaan, sehingga target jelas, kemudian pekerjaan dinikmati serta mencintai pekerjaan. Jaga sikap dengan siapapun kita ketemu, perbaiki komunikasi dan koordinasi," lanjutnya.
Baca juga:Wujudkan Generasi Sehat, Dinas PPKB Palopo Genjot Program Cegah Stunting
Dalam kesempatan ini, ada 3 hal yang menjadi pesan Kepala BPSDM Sulsel kepada para camat dan lurah di Luwu, yakni, pintar tapi tidak menggurui, kritis tapi tidak melukai dan cepat tapi tidak mendahului.
Dirinya juga berpesan bahwa seorang pejabat tidak boleh mengeluh akan jabatan dan fasilitas yang diterimanya. Dirinya juga meminta pejabat menghindari konflik karena ini akan menurunkan kualitas diri.
"Jangan bangun konflik dengan siapa pun, termasuk dengan orang-orang di lingkungan kerja kita. Jangan bicarakan atasan, hindari kegaduhan di ruang lingkup kita bekerja," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, dirinya juga menyinggung soal sistem merit. Sistem ini merupakan manajemen kepegawaian yang menekankan pertimbangan dasar kompetensi bagi calon yang diangkat, ditempatkan, dipromosi dan dipensiunkan sesuai UU yang berlaku.
Baca juga:Dharma Wanita Persatuan Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas SDM
Sistem merit dibangun untuk mengelolakepegawaian berbasis kompetensi, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 berdasarkan perpres no 18 tahun 2020.
"Jadi setiap ASN jelas kinerjanya, dan tugasnya. Menjamin pola karir setiap PNS, sampai pensiun, dia menjadi apa 5 tahun ke depan. Jika ini berjalan baik, tidak perlu lagi dilaksanakan lelang jabatan," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :