alexametrics

Ponpes API Segera Buka, Gubernur Diminta Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Santri

loading...
Ponpes API Segera Buka, Gubernur Diminta Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Santri
Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah KH Nur Machin Chudlory mengatakan, memasuki new normal aktivitas di pesantren harus mendapat perhatian. Foto/Ist
A+ A-
MAGELANG - Kegiatan belajar mengajar (ta'lim wat ta'allum) di lingkungan pondok pesantren harus tetap berjalan. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi karena saat ini pandemi virus Corona (COVID-19) belum berlalu.

Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah KH Nur Machin Chudlory mengatakan, memasuki new normal aktivitas di pesantren harus mendapat perhatian. (Baca juga: Seluruh Santri yang Masuk ke Jateng Wajib Karantina 14 Hari)

“Kehidupan pesantren harus segera berjalan. Termasuk TPQ madin dan kegiatan keagamaan seperti tahlilan di desa-desa. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan sehingga semuanya aman dan nyaman,” ujar Gus Machin dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2020). (Baca juga: New Normal, IPI Tunggu Protokol Kesehatan Pemerintah untuk Pesantren)

Di Jawa Tengah, langkah awal sudah dimulai dari Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang dengan mengeluarkan "Maklumat Tegalrejo". Isi dari maklumat itu adalah tata cara mengatur 13.800 santri Tegalrejo untuk kembali ke pesantren dengan memperhatikan protokol kesehatan.



Gus Machin mengharapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk segera menerbitkan surat edaran kepada pihak-pihak terkait, seperti pemerintah kabupaten/kota, gugus tugas daerah, dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan semua pondok pesantren. Hal ini merupakan hasil keputusan rapat bersama yang digelar Pemprov Jawa Tengah beberapa hari lalu.

"Untuk Puskesmas misalnya, kami mohon Gubernur segera mendorong Puskesmas untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi para santri, sekaligus mengeluarkan surat keterangan sehat. Kami pun mengharapkan pemeriksaan kesehatan berbiaya murah, syukur-syukur tanpa dipungut biaya,” katanya.



Pengasuh Ponpes API Salaf Tegalrejo ini menjelaskan bahwa "Maklumat Tegalrejo" diterbitkan setelah dilakukan musyawarah, serta meminta masukan dari RMI, Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaaffah (P4SK), maupun pemerintah daerah.

"Syarat yang harus dipenuhi santri untuk bisa kembali ke pesantren adalah melakukan karantina mandiri dulu di rumahnya selama 14 hari. Ini juga harus dibuktikan dengan surat keterangan RT dimana santri tinggal," katanya.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak