Sopir Pete-pete Mulai Terganggu Hadirnya Teman Bus di Makassar
Jum'at, 03 Desember 2021 - 22:00 WIB
loading...
Sejumlah unit pete-pete melintas di Jalan Ahmad Yani, Makassar beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Dampak kehadiran Teman Bus mulai dirasakan para sopir pete-pete. Tidak sedikit penumpang mereka kini beralih ke transportasi umum besutan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu.
Ketua Ogranisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar, Zainal Abinin mengatakan, dampak kehadiran Teman Bus cukup terasa bagi sopir pete-pete. Pendapatan mereka merosot. Perlahan penumpang mulai beralih.
Baca juga:Kemenhub Bantu Benahi Sistem Transportasi Umum di Kota Makassar
Zainal mengakui jika animo masyarakat terhadap transportasi umum baru itu memang cukup tinggi. Hal ini tak terlepas dari fasilitas yang ditawarkan jauh lebih baik dan nyaman. Apalagi masyarakat belum dikenakan tarif untuk menikmati fasilitasnya.
Maka dari itu, Organda sempat mengusulkan perubahan rute Teman Bus. Hanya saja setelah dikaji lebih jauh, perubahan rute cukup sulit. Makanya mereka mengusulkan untuk mengurangi halte atau tempat pemberhetiannya.
"Berarti bus bisa beroperasi tapi tidak bisa berhenti di jalan seperti pete-pete. Makanya ini kebijakan luar biasa menurut saya dan ini yang perlu disosialisasikan baik di masyarakat maupun di transportasi," kata Zainal, Jumat (3/12).
Zainal menjelaskan, perumusan rute ini sejatinya telah melalui proses dan beberapa pertimbangan. Pihak Organda juga dilibatkan dalam penentuan rute awal, namun belakangan sopir pete-pete rupanya merasa dirugikan dengan kehadiran Teman Bus.
Baca juga:Program Teman Bus Pangkas Kemacetan dan Polusi Udara
"Dari awal bahwa rute ini sudah jalan namun ternyata ada 80 persen wilayah jalur khususnya jalur Daya itu diambil alih oleh Teman Bus sehingga sangat mempengaruhi penumpangnya pete-pete," kata Zainal.
Kepala UPT Transposisi Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel, Prayudi Syamsibar mengakui memang animo masyarakat dalam menggunakan jasa Teman Bus cukup besar. Banyak dari mereka yang kini beralih dari pete-pete ke Teman Bus.
"Memang ada kemarin, kita fasilitasi teman-teman angkot untuk di rerouting. Kemarin itu keputusannya adalah kembali semua uji coba, semua rute dilaksanakan kembali ke rute yang awal," kata dia.
Dari 4 koridor yang disiapkan, Teman Bus baru melayani koridor 2 yaitu Bandara Sultan Hasanuddin-Mal Panakkukang. Di koridor ini awalnya melayani 40 halte, lalu kemudian dipangkas menjadi hanya melayani enam halte.
Baca juga:Pengguna Layanan Teman Bus Dikenakan Tarif Mulai Tahun Depan
Dari Bandara Sultan Hasanuddin-Mall Panakkukang, Teman Bus kini hanya singgah di Halte Citra Sudiang, Halte Cokro, dan Mall Panakkukang. Sebaliknya dari arah Mall Panakkukang-Bandara Sultan Hasanuddin, bus ini berangkat dari Halte Mall Panakkukang, singgah di Halte Kantor Gubernur menuju Halte Citra Sudiang.
"Khusus untuk koridor 2 hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di tiga halte masing-masing itu. Selebihnya tidak bisa untuk sekarang," pungkasnya.
Ketua Ogranisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar, Zainal Abinin mengatakan, dampak kehadiran Teman Bus cukup terasa bagi sopir pete-pete. Pendapatan mereka merosot. Perlahan penumpang mulai beralih.
Baca juga:Kemenhub Bantu Benahi Sistem Transportasi Umum di Kota Makassar
Zainal mengakui jika animo masyarakat terhadap transportasi umum baru itu memang cukup tinggi. Hal ini tak terlepas dari fasilitas yang ditawarkan jauh lebih baik dan nyaman. Apalagi masyarakat belum dikenakan tarif untuk menikmati fasilitasnya.
Maka dari itu, Organda sempat mengusulkan perubahan rute Teman Bus. Hanya saja setelah dikaji lebih jauh, perubahan rute cukup sulit. Makanya mereka mengusulkan untuk mengurangi halte atau tempat pemberhetiannya.
"Berarti bus bisa beroperasi tapi tidak bisa berhenti di jalan seperti pete-pete. Makanya ini kebijakan luar biasa menurut saya dan ini yang perlu disosialisasikan baik di masyarakat maupun di transportasi," kata Zainal, Jumat (3/12).
Zainal menjelaskan, perumusan rute ini sejatinya telah melalui proses dan beberapa pertimbangan. Pihak Organda juga dilibatkan dalam penentuan rute awal, namun belakangan sopir pete-pete rupanya merasa dirugikan dengan kehadiran Teman Bus.
Baca juga:Program Teman Bus Pangkas Kemacetan dan Polusi Udara
"Dari awal bahwa rute ini sudah jalan namun ternyata ada 80 persen wilayah jalur khususnya jalur Daya itu diambil alih oleh Teman Bus sehingga sangat mempengaruhi penumpangnya pete-pete," kata Zainal.
Kepala UPT Transposisi Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel, Prayudi Syamsibar mengakui memang animo masyarakat dalam menggunakan jasa Teman Bus cukup besar. Banyak dari mereka yang kini beralih dari pete-pete ke Teman Bus.
"Memang ada kemarin, kita fasilitasi teman-teman angkot untuk di rerouting. Kemarin itu keputusannya adalah kembali semua uji coba, semua rute dilaksanakan kembali ke rute yang awal," kata dia.
Dari 4 koridor yang disiapkan, Teman Bus baru melayani koridor 2 yaitu Bandara Sultan Hasanuddin-Mal Panakkukang. Di koridor ini awalnya melayani 40 halte, lalu kemudian dipangkas menjadi hanya melayani enam halte.
Baca juga:Pengguna Layanan Teman Bus Dikenakan Tarif Mulai Tahun Depan
Dari Bandara Sultan Hasanuddin-Mall Panakkukang, Teman Bus kini hanya singgah di Halte Citra Sudiang, Halte Cokro, dan Mall Panakkukang. Sebaliknya dari arah Mall Panakkukang-Bandara Sultan Hasanuddin, bus ini berangkat dari Halte Mall Panakkukang, singgah di Halte Kantor Gubernur menuju Halte Citra Sudiang.
"Khusus untuk koridor 2 hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di tiga halte masing-masing itu. Selebihnya tidak bisa untuk sekarang," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :