Dinkes Makassar Fasilitasi Perawatan Korban Kebakaran Camba Berua
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:57 WIB
loading...
Rombongan Dinas Kesehatan Kota Makassar saat mengunjungi Alimuddin Dg Ical, korban kebakaran di Camba Berua, Kecamatan Tallo. Foto: SINDOnews/Andi Nur Isman
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mengambil langkah cepat terhadap Alimuddin Dg Ical, korban kebakaran di Camba Berua, Kecamatan Tallo, beberapa hari lalu. Korban difasilitasi mendapat perawatan atas luka bakar yang dialami.
Sebelumnya, Alimuddin Dg Ical telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pattingaloang, tepat pascakebakaran terjadi. Setelah mendapat perawatan, korban dipulangkan ke rumah keluarganya.
Baca juga:Kejar Target 90 Persen, Dinkes Makassar Lakukan Vaksinasi ke Rumah Warga
Kondisi korban setelah mendapatkan perawatan awal sudah membaik. Hanya saja, belakangan tiba-tiba luka bakar yang dialaminya semakin parah. Makanya, Dinkes Kota Makassar langsung berkomunikasi dengan keluarga Alimuddin untuk memberikan perawatan lanjutan.
“Inilah bentuk perhatian kita kepada masyarakat yang menjadi korban bencana seperti kebakaran ini. Kita lihat kondisinya, memang perlu mendapatkan perawatan. Kita takutnya ada infeksi,” ujar Plt Kadinkes Kota Makassar , Nursaida Sirajuddin, usai mengunjungi korban di Kelurahan Tallo, Kamis (2/12/2021).
Nursida menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi perawatan korban di Rumah Sakit (RS) Daya. Korban akan diperiksa kesehatannya secara menyeluruh. Dokter-dokter spesialis akan menanganinya.
Baca juga:Dinkes Makassar Rampungkan Insentif Tenaga Kesehatan Pekan Depan
“Ini sisa dirembukkan dengan keluarga kapan bisanya dibawa ke rumah sakit. Karena yang jadi kendala takutnya tidak ada yang jaga nanti kalau di rumah sakit,” terangnya.
Sementara itu, anak korban, Herman mengapresiasi perhatian Pemkot Makassar yang siap memberikan perawatan maksimal kepada ayahnya. Apalagi usia ayahnya sudah cukup renta, yaitu 56 tahun.
“Saya berterima kasih sekali karena masih diperhatikan bapak saya. Karena sesudah dirawat di puskesmas luka bakarnya semakin parah. Bengkak-bengkat tangannya, baru warna hitam,” ucapnya.
Baca juga:Jelang Sekolah Tatap Muka, 200 Ribu Swab Antigen Disiapkan untuk Siswa
Dia menuturkan, sehari-hari ayahnya bekerja sebagai pengayuh becak. Kadang pula menjadi pengepul botol-botol bekas. Ayahnya tinggal sendiri di sebuah indekos, di lokasi kebakaran yang ia alami.
“Sudah sering diajak tinggal di rumah saja, tapi dia tidak mau. Makanya biasa saya sering kunjungi dan kasih uang sekaligus lihat kondisinya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Alimuddin Dg Ical telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pattingaloang, tepat pascakebakaran terjadi. Setelah mendapat perawatan, korban dipulangkan ke rumah keluarganya.
Baca juga:Kejar Target 90 Persen, Dinkes Makassar Lakukan Vaksinasi ke Rumah Warga
Kondisi korban setelah mendapatkan perawatan awal sudah membaik. Hanya saja, belakangan tiba-tiba luka bakar yang dialaminya semakin parah. Makanya, Dinkes Kota Makassar langsung berkomunikasi dengan keluarga Alimuddin untuk memberikan perawatan lanjutan.
“Inilah bentuk perhatian kita kepada masyarakat yang menjadi korban bencana seperti kebakaran ini. Kita lihat kondisinya, memang perlu mendapatkan perawatan. Kita takutnya ada infeksi,” ujar Plt Kadinkes Kota Makassar , Nursaida Sirajuddin, usai mengunjungi korban di Kelurahan Tallo, Kamis (2/12/2021).
Nursida menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi perawatan korban di Rumah Sakit (RS) Daya. Korban akan diperiksa kesehatannya secara menyeluruh. Dokter-dokter spesialis akan menanganinya.
Baca juga:Dinkes Makassar Rampungkan Insentif Tenaga Kesehatan Pekan Depan
“Ini sisa dirembukkan dengan keluarga kapan bisanya dibawa ke rumah sakit. Karena yang jadi kendala takutnya tidak ada yang jaga nanti kalau di rumah sakit,” terangnya.
Sementara itu, anak korban, Herman mengapresiasi perhatian Pemkot Makassar yang siap memberikan perawatan maksimal kepada ayahnya. Apalagi usia ayahnya sudah cukup renta, yaitu 56 tahun.
“Saya berterima kasih sekali karena masih diperhatikan bapak saya. Karena sesudah dirawat di puskesmas luka bakarnya semakin parah. Bengkak-bengkat tangannya, baru warna hitam,” ucapnya.
Baca juga:Jelang Sekolah Tatap Muka, 200 Ribu Swab Antigen Disiapkan untuk Siswa
Dia menuturkan, sehari-hari ayahnya bekerja sebagai pengayuh becak. Kadang pula menjadi pengepul botol-botol bekas. Ayahnya tinggal sendiri di sebuah indekos, di lokasi kebakaran yang ia alami.
“Sudah sering diajak tinggal di rumah saja, tapi dia tidak mau. Makanya biasa saya sering kunjungi dan kasih uang sekaligus lihat kondisinya,” imbuhnya.
(luq)
Lihat Juga :