PBB Curiga Pembelian Alat Kesehatan Rugikan Negara

Rabu, 01 Desember 2021 - 18:27 WIB
loading...
PBB Curiga Pembelian...
Karyawan salah satu perusahaan alat kesehatan di Jakarta Barat menuntut kesejahteraan yang kian menurun. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Ribuan karyawan salah satu perusahaan alat kesehatan di Jakarta Barat menuntut kesejahteraan yang kian menurun. Penurunan kesejahteraan buruh buntut banyak alkes khususnya alat swab antigen impor yang beredar di pasaran.

Karena itulah, produsen alat kesehatan dalam negeri merugi sehingga terpaksa memangkas biaya produksi dan berimbas pengurangan karyawan sekitar 1.000 orang dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Titah Sri Mulyani ke Bea Cukai: Jangan Hambat Impor Alkes

Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu (PBB) Lambok F Sihombing mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Rekan-rekannya banyak berkeluh kesah kepada dirinya dan berharap PBB dapat membantu nasib mereka. Bahkan, dia mendapatkan informasi dan salah satunya terkait lelang pengadaan alat swab antigen yang diadakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) senilai Rp129 miliar.

“Kami tidak tahu apa yang melatarbelakangi Kemenkes mematok harga sangat mahal sehingga produk-produk lokal yang presentase produksinya tinggi tidak dipakai oleh pemerintah. Padahal pemerintah sendiri yang sering menggaungkan untuk mengutamakan produk dalam negeri. Di sini kami menduga ada kerugian negara yang sangat besar karena adanya permainan,” ujar Lambok, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Pemerintah Akan Utamakan Alkes Produk Dalam Negeri

Berdasarkan data yang dipegang, ada beberapa penawaran dari produsen lokal dengan harga kisaran Rp30 ribu per 25 pieces alat swab antigen. Namun, yang menjadi pertanyaan kenapa Kemenkes justru melirik produk dengan harga yang jauh lebih mahal yakni Rp86 ribu per 10 pieces alat swat antigen.

Dia meminta KPK, BPK, dan Kejaksaan Agung memonitor lelang pengadaan alat swab antigen yang dilakukan Kemenkes agar negara terhindar dari kerugian yang sangat besar. Menurut perhitungannya, negara bakal mengalami kerugian sekitar Rp84 miliar dari proyek lelang pengadaan alat swab antigen oleh Kemenkes.

“Kami tidak tahu bagaimana proyek-proyek pengadaan alat swab antigen yang sebelumnya. Namun yang pasti menurut kami banyak produk-produk lokal yang sudah teruji klinis dan layak pakai serta izin edarnya juga sudah keluar. Terlebih lagi harga juga lebih murah ketimbang produk impor, tetapi kenapa tidak digunakan oleh pemerintah. Itu yang kami sangat sayangkan,” kata Lambok.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Kasus Chromebook Rugikan...
Kasus Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 Triliun, Hakim: Ada Mark Up Rp4 Juta per Unit
Sahroni Dukung Arahan...
Sahroni Dukung Arahan Jaksa Agung Prioritaskan Denda Damai untuk Pulihkan Kerugian Negara
Rekomendasi
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Berita Terkini
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved