Polisi Diminta Proses Pelaku Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Selasa, 30 November 2021 - 17:44 WIB
loading...
Polisi Diminta Proses...
Kondisi sekretariat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (26/11) usai diserang OTK. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Pakar Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) , Prof Hambali Thalib menanggapi penyerangan di sekret-asrama mahasiswa di Makassar yang menimbulkan kerugian fisik dan materil.

Hambali menyebutkan, upaya konsolidatif dengan mempertemukan tokoh masyarakat-pemuda dari daerah yang bertikai tak cukup. Polisi harus menuntaskan kasus tersebut dan memproses hukum para pelaku.

Baca juga:OTK Serang Asrama Mahasiswa, Polisi Jamin Keamanan

"Jadi musyawarah itu tetap jalan, tapi jangan dengan kompromi ini kasus yang sudah ada seolah-olah tenggelam. Kita berharap kasus yang ada ini harus diselesaikan dipetakan pihak-pihak yang terlibat itu diproses, sambil berusaha agar tidak terulang," katanya kepada SINDOnews, Selasa (30/11).

Guru Besar Fakultas Hukum UMI ini menyatakan, polisi harus proaktif mengemban misi dalam langkah pencegahan dan penindakan. "Kalau sudah diidentifikasi (pelakunya) segera tangkap. Jangan lagi dengan musyawarah selesai (kasusnya)," tegas Hambali.

Dia menyampaikan, langkah-langkah itu diharap bisa membuat sengkarut masalah ini tidak bias dan jadi panjang. "Polisi sebagai pengayom, pengendali, penindakan hukum tidak boleh terlambat mengambil sikap dalam memberi respons daripada korban yang berjatuhan," tuturnya.

Baca juga:Polisi Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Razia Kendaraan Plat DW dan DP

Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol Ade Indrawan menyampaikan, tim gabungan Polrestabes Makassar dibackup Direktorat Reserse Kriminal Umum telah mengidentifikasi para pelaku penyerangan. "Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi diungkap," tuturnya.

Dia memastikan, para pelaku akan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. "Yang jelas kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Dan alhamdulillah saat ini sudah ada titik terang, segera terungkap," ungkap Perwira menengah Polri itu.

Ade menekankan, dalam penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa puluhan saksi dari tiga kejadian yang berurutan waktunya. Dia menambahkan, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana juga telah mengultimatum agar para pelaku segera menyerahkan diri.

Baca juga:Kunjungi Mahasiswa, Basmin Ingatkan Pesan Leluhur Luwu dan Bone

"Meskipun memang belum ada yang menyerahkan diri, walaupun begitu kami dari kepolisian tetap melakukan penegakan hukum. Tetapi kita tetap membuka pintu jika ada yang menyerahkan diri, tetapi sampai saat belum ada (menyerahkan diri)," tukasnya.

Di sisi lain, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando menegaskan penyerangan menggunakan molotov, senjata tajam, dan anak panah dilatarbelakangi persoalan pribadi yang kemudian digiring ke konflik etnik. Hal itu ditemukan dalam penyelidikan sementara.

"Jadi jangan menyebar hoaks, permasalahan yang terjadi bukan masalah SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) melainkan permasalahan individu. Masyarakat jangan terpengaruh dengan informasi hoaks. Termasuk sweeping kendaraan," tutur Lando.

Baca juga:Anggota DPRD Rezki Dorong Makassar Jadi Kota Sejarah

Sebelumnya diberitakan, Sekretariat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (26/11) sekira pukul 21.10 Wita diserang sekelompok orang.Seorang pemuda mengalami luka tebas parang di tangannya pada peristiwa itu.

Setelah kejadian itu, penyerangan kembali terjadi di dua asrama atau sekretariat kedaerahan mahasiswa, Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Makassar, Minggu (28/11) sekira pukul 02.00 Wita. Satu orang dilaporkan terluka parah, inisial MA (20).
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Rekomendasi
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved