Kadin Diharap Mampu Tingkatkan Jumlah Pelaku Usaha di Gowa
Jum'at, 19 November 2021 - 19:18 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (kiri) bersama Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras dalam acara pelantikan Pengurus Kadin Gowa, kemarin. Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan punya harapan besar terhadap keberadaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Kabupaten Gowa. Sebab para pelaku usaha yang bergabung di dalamnya ikut berperan mendorong pembangunan daerah melalui sektor ekonomi.
Ia pun berharap, Kadin Gowa dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para pelaku usaha atau pengusaha. Ini dia sampakan saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Kadin Gowa masa bakti 2021-2026 di Gedung Haji Bate, Kamis (18/11) malam.
Baca juga:Amran Mahmud Jadi Pembicara Webinar Pandu Digital Kementerian Kominfo
"Kadin ini adalah rumah besar kita bersama. Rumahnya seluruh pengusaha untuk bertukar pikiran. Bagikan pengalaman keberhasilan Anda, supaya pengusaha yang lain juga bisa berhasil. Rangkul lebih banyak orang agar mau menjadi pengusaha," katanya.
Adnan menyampaikan, rasio pengusaha Indonesia saat ini berada di angka 3,74 persen. Jumlah ini masih kalah jika dibandingkan Thailand yang berada di 4,2 persen, Malaysia 4,7 persen, dan Singapura 8,7 persen.
Sebagian negara maju bahkan rasio pengusahanya berada di angka 12 persen. Padahal jika dilihat dari jumlah penduduk dan potensi pengembangan usahanya, Indonesia memiliki kesempatan untuk dapat melebihi angka tersebut.
Hal ini kata Adnan tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Baca juga:IJTI Sulselbar Salurkan Bantuan 200 Al-Quran dan 50 Karung Beras di Gowa
Khusus di Kabupaten Gowa, pemerintah terus berusaha meningkatkan rasio pengusaha dengan aktif bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku-pelaku usaha, baik secara langsung, maupun melalui organisasi yang menaungi pengusaha tersebut. Salah satunya adalah Kadin.
Bupati mengaku, tidak ada yang dapat dilakukan jika semua elemen berjalan sendiri-sendiri. Kesuksesan menurutnya hanya dapat dicapai dengan kolaborasi.
Kolaborasi ini harus dilakukan oleh 5 pilar pembangunan yang terjalin di dalam teori Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, akademisi, dan media.
"Pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat di dunia akibat adanya bonus demografi, di mana jumlah usia produktif kita lebih banyak daripada yang tidak produktif," terang Adnan.
Baca juga:The Body Shop Tawarkan Paket Hadiah Edisi Terbatas Natal dan Tahun Baru
Olehnya itu, untuk mewujudkan hal tersebut ia menyampaikan bahwa usia produktif yang dimiliki ini harus memiliki kompetensi dan skill yang lebih baik agar mampu menggerakkan perputaran ekonomi yang lebih maju.
Pada kesempatan ini juga, Adnan meminta kepada seluruh elemen untuk bekerja sama, menjaga kolaborasi dan kekompakan dalam menghadapi dua isu besar di masa pandemi Covid-19 , yaitu isu pemulihan ekonomi dan kesehatan, dalam hal ini penanganan Covid-19.
Bupati Adnan menegaskan bahwa kedua isu besar itu tidak dapat hanya dipilih salah satunya, akan tetapi harus berjalan beriringan.
"Kegiatan ekonomi harus berjalan dan kesehatan juga terpenuhi. Sebab jika hanya memilih salah satu, maka akan menjadi berantakan dan berdampak langsung kepada masyarakat maupun pemerintah daerah," pungkasnya.
Baca juga:Tarif Baru Pete-pete di Makassar: Umum Rp7.000 dan Pelajar Rp3.000
Ketua Umum Kadin Gowa, Ardiansyah Arsyad usai pelantikan mengatakan bahwa pelantikan tersebut menjadi spirit baru untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Gowa.
Ia juga menyampaikan bahwa Kadin sebagai lokomotif pendorong pengembangan perekonomian di Kabupaten Gowa dengan bekerja sama dan berkolaborasi semua pihak yang diperlukan untuk memajukan Kabupaten Gowa.
“Hal tersebut akan kami upayakan supaya bisa cepat terwujud terutama untuk pengembangan pariwisata, budaya, dan agrowisata di Kabupaten Gowa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua tahun 2021 sempat mengalami kenaikan sebesar 7,07 persen secara year on year, tetapi kembali mengalami penurunan di kuartal ketiga menjadi 3,51 persen sebagai akibat dari PPKM.
Baca juga:IndiHome Siarkan Pertandingan Badminton Kelas Dunia Lewat Aplikasi UseeTV GO
Ia berharap agar semakin banyak orang yang ingin terjun ke dunia usaha agar mampu membantu pergerakan roda perekonomian di Indonesia.
“Anak muda yang ada di Kabupaten Gowa ini bisa diarahkan untuk menjadi entrepreneur agar pengembangan usaha di Gowa semakin maju, tingkat perekonomian juga akan semakin meningkat. Seluruh pengurus harus aktif berkontribusi untuk itu,” jelas Iwan yang juga menjabat sebagai Ketua Gerindra Sulsel .
Ia pun berharap, Kadin Gowa dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para pelaku usaha atau pengusaha. Ini dia sampakan saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Kadin Gowa masa bakti 2021-2026 di Gedung Haji Bate, Kamis (18/11) malam.
Baca juga:Amran Mahmud Jadi Pembicara Webinar Pandu Digital Kementerian Kominfo
"Kadin ini adalah rumah besar kita bersama. Rumahnya seluruh pengusaha untuk bertukar pikiran. Bagikan pengalaman keberhasilan Anda, supaya pengusaha yang lain juga bisa berhasil. Rangkul lebih banyak orang agar mau menjadi pengusaha," katanya.
Adnan menyampaikan, rasio pengusaha Indonesia saat ini berada di angka 3,74 persen. Jumlah ini masih kalah jika dibandingkan Thailand yang berada di 4,2 persen, Malaysia 4,7 persen, dan Singapura 8,7 persen.
Sebagian negara maju bahkan rasio pengusahanya berada di angka 12 persen. Padahal jika dilihat dari jumlah penduduk dan potensi pengembangan usahanya, Indonesia memiliki kesempatan untuk dapat melebihi angka tersebut.
Hal ini kata Adnan tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Baca juga:IJTI Sulselbar Salurkan Bantuan 200 Al-Quran dan 50 Karung Beras di Gowa
Khusus di Kabupaten Gowa, pemerintah terus berusaha meningkatkan rasio pengusaha dengan aktif bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku-pelaku usaha, baik secara langsung, maupun melalui organisasi yang menaungi pengusaha tersebut. Salah satunya adalah Kadin.
Bupati mengaku, tidak ada yang dapat dilakukan jika semua elemen berjalan sendiri-sendiri. Kesuksesan menurutnya hanya dapat dicapai dengan kolaborasi.
Kolaborasi ini harus dilakukan oleh 5 pilar pembangunan yang terjalin di dalam teori Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, akademisi, dan media.
"Pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat di dunia akibat adanya bonus demografi, di mana jumlah usia produktif kita lebih banyak daripada yang tidak produktif," terang Adnan.
Baca juga:The Body Shop Tawarkan Paket Hadiah Edisi Terbatas Natal dan Tahun Baru
Olehnya itu, untuk mewujudkan hal tersebut ia menyampaikan bahwa usia produktif yang dimiliki ini harus memiliki kompetensi dan skill yang lebih baik agar mampu menggerakkan perputaran ekonomi yang lebih maju.
Pada kesempatan ini juga, Adnan meminta kepada seluruh elemen untuk bekerja sama, menjaga kolaborasi dan kekompakan dalam menghadapi dua isu besar di masa pandemi Covid-19 , yaitu isu pemulihan ekonomi dan kesehatan, dalam hal ini penanganan Covid-19.
Bupati Adnan menegaskan bahwa kedua isu besar itu tidak dapat hanya dipilih salah satunya, akan tetapi harus berjalan beriringan.
"Kegiatan ekonomi harus berjalan dan kesehatan juga terpenuhi. Sebab jika hanya memilih salah satu, maka akan menjadi berantakan dan berdampak langsung kepada masyarakat maupun pemerintah daerah," pungkasnya.
Baca juga:Tarif Baru Pete-pete di Makassar: Umum Rp7.000 dan Pelajar Rp3.000
Ketua Umum Kadin Gowa, Ardiansyah Arsyad usai pelantikan mengatakan bahwa pelantikan tersebut menjadi spirit baru untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Gowa.
Ia juga menyampaikan bahwa Kadin sebagai lokomotif pendorong pengembangan perekonomian di Kabupaten Gowa dengan bekerja sama dan berkolaborasi semua pihak yang diperlukan untuk memajukan Kabupaten Gowa.
“Hal tersebut akan kami upayakan supaya bisa cepat terwujud terutama untuk pengembangan pariwisata, budaya, dan agrowisata di Kabupaten Gowa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua tahun 2021 sempat mengalami kenaikan sebesar 7,07 persen secara year on year, tetapi kembali mengalami penurunan di kuartal ketiga menjadi 3,51 persen sebagai akibat dari PPKM.
Baca juga:IndiHome Siarkan Pertandingan Badminton Kelas Dunia Lewat Aplikasi UseeTV GO
Ia berharap agar semakin banyak orang yang ingin terjun ke dunia usaha agar mampu membantu pergerakan roda perekonomian di Indonesia.
“Anak muda yang ada di Kabupaten Gowa ini bisa diarahkan untuk menjadi entrepreneur agar pengembangan usaha di Gowa semakin maju, tingkat perekonomian juga akan semakin meningkat. Seluruh pengurus harus aktif berkontribusi untuk itu,” jelas Iwan yang juga menjabat sebagai Ketua Gerindra Sulsel .
(luq)
Lihat Juga :