Operasi Zebra Kedepankan Pembinaan dan Penyuluhan Protokol Kesehatan
Senin, 15 November 2021 - 23:10 WIB
loading...
Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Chuzaini Patoppoi memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra 2021, Senin (15/11). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Direktorat Lalu Lintas (ditlantas) Polda Sulsel akan mengedepankan pendekatan preemtif dalam pelaksanaan Operasi Zebra yang dimulai 15-28 November 2021.
Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Sulsel , Kombes Pol Frans Sentoe melalui Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Zulanda.
Baca juga:Operasi Zebra Dimulai, Polres Maros Lakukan Penindakan Secara Humanis
"Bentuk penindakan dalam operasi ini adalah 100% tindakan simpatik, tidak ada tilang dengan kedepankan kegiatan preemtif, preventif serta edukasi tentang prokes, bakti sosial, serta pembinaan dan penyuluhan tentang protokol kesehatan," kata Zulanda kepada SINDOnews, Senin (15/11).
Zulanda menambahkan sasaran operasi zebra tahun ini yakni mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang mantap. Serta pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam gunakan protokol kesehatan.
"Kita fokuskan ke segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi sebabkan pelanggaran lalu lintas, kemacetan bahkan kecelakaan lalu lintas serta penyebaran Covid-19," ungkap Mantan Kasat Lantas Polres Pekanbaru itu.
Targetnya kata dia, diharapkan dalam operasi yang dilaksanakan selama dua pekan itu, mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas kecelakaan lalu lintas. "Serta menekan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Sulsel," tandas Zulanda.
Baca juga:Penindakan Operasi Zebra Diimbau Edukatif dan Humanis
Pelaksanaan operasi zebra ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang diikuti juga diikuti oleh jajaran dari TNI, Satpol-PP, Dishub, maupun Linmas di Lapangan Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pagi. Apel dipimpin Wakapolda Brigjen Pol Chuzaini Patoppoi.
"Operasi zebra ini dilakukan dengan pendekatan persuasif, edukatif dan humanis terhadap para pelanggar lalu lintas. Karena digelar di tengah pandemi, kita juga menyasar pelanggar protokol kesehatan," ungkap Chuzaini sata membaca sambutan Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana.
Chuzaini melanjutkan selain tindakan teguran juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi secara masif terkait disiplin berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan yang ketat, sehingga diharapkan Operasi Zebra tahun ini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 khususnya di Sulsel.
Baca juga:Wali Kota Bicara Penanganan Covid-19 di Seminar Kesehatan ICMI
Dia melanjutkan operasi ini menyasar pengendara yang tidak memakai helm standar, tidak memakai safety belt, berkendara di bawah pengaruh alkohol, berkendara melebihi batas kecepatan dan melawan arus.
Selanjutnya, pengendara masih di bawah umur, berkendara sambil bermain handphone dan kendaraan yang memakai strobo, rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya.
Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Sulsel , Kombes Pol Frans Sentoe melalui Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Zulanda.
Baca juga:Operasi Zebra Dimulai, Polres Maros Lakukan Penindakan Secara Humanis
"Bentuk penindakan dalam operasi ini adalah 100% tindakan simpatik, tidak ada tilang dengan kedepankan kegiatan preemtif, preventif serta edukasi tentang prokes, bakti sosial, serta pembinaan dan penyuluhan tentang protokol kesehatan," kata Zulanda kepada SINDOnews, Senin (15/11).
Zulanda menambahkan sasaran operasi zebra tahun ini yakni mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang mantap. Serta pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam gunakan protokol kesehatan.
"Kita fokuskan ke segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi sebabkan pelanggaran lalu lintas, kemacetan bahkan kecelakaan lalu lintas serta penyebaran Covid-19," ungkap Mantan Kasat Lantas Polres Pekanbaru itu.
Targetnya kata dia, diharapkan dalam operasi yang dilaksanakan selama dua pekan itu, mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas kecelakaan lalu lintas. "Serta menekan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Sulsel," tandas Zulanda.
Baca juga:Penindakan Operasi Zebra Diimbau Edukatif dan Humanis
Pelaksanaan operasi zebra ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang diikuti juga diikuti oleh jajaran dari TNI, Satpol-PP, Dishub, maupun Linmas di Lapangan Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pagi. Apel dipimpin Wakapolda Brigjen Pol Chuzaini Patoppoi.
"Operasi zebra ini dilakukan dengan pendekatan persuasif, edukatif dan humanis terhadap para pelanggar lalu lintas. Karena digelar di tengah pandemi, kita juga menyasar pelanggar protokol kesehatan," ungkap Chuzaini sata membaca sambutan Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana.
Chuzaini melanjutkan selain tindakan teguran juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi secara masif terkait disiplin berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan yang ketat, sehingga diharapkan Operasi Zebra tahun ini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 khususnya di Sulsel.
Baca juga:Wali Kota Bicara Penanganan Covid-19 di Seminar Kesehatan ICMI
Dia melanjutkan operasi ini menyasar pengendara yang tidak memakai helm standar, tidak memakai safety belt, berkendara di bawah pengaruh alkohol, berkendara melebihi batas kecepatan dan melawan arus.
Selanjutnya, pengendara masih di bawah umur, berkendara sambil bermain handphone dan kendaraan yang memakai strobo, rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya.
(luq)
Lihat Juga :