BMKG Imbau Masyarakat Sulsel Waspada Fenomena La Nina
Sabtu, 13 November 2021 - 18:15 WIB
loading...
Masyarakat di Sulsel diimbau waspada terhadap efek yang ditimbulkan fenomena la nina, salah satunya angin kencang. Foto: Istimewa/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Sulsel untuk mewaspadai fenomena la nina. Fenomena ini menyebabkan potensi peningkatan curah hujan pada musim hujan.
BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Desember 2021 dan Januari 2022. Di dua waktu tersebut, bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir bandang, hingga angin kencang berpotensi terjadi.
Baca juga: Musim Hujan Telah Tiba, Ini Enam Tips Aman Berkendara
" BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Esti Kristantri di Kota Makassar, Sabtu (13/11).
La nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Fenomena itu terjadi ketika suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah normal.
Kondisi itu menyebabkan massa air hangat terbawa ke arah Pasifik Barat. Kemudian air yang lebih dingin di bawah laut Pasifik akan naik ke permukaan untuk mengganti massa air hangat yang berpindah tadi.
Baca juga: Masuki Musim Pancaroba, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan
"Ini disebut upwelling dan membuat suhu muka laut turun. Kondisi ini akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, serta membuat musim hujan terjadi lebih lama," jelas Esti.
La nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia terjadi selain angin muson. Kondisi ini meningkatkan pembentukan awan-awan hujan dengan tambahan massa udara basah.
BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Desember 2021 dan Januari 2022. Di dua waktu tersebut, bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir bandang, hingga angin kencang berpotensi terjadi.
Baca juga: Musim Hujan Telah Tiba, Ini Enam Tips Aman Berkendara
" BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Esti Kristantri di Kota Makassar, Sabtu (13/11).
La nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Fenomena itu terjadi ketika suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah normal.
Kondisi itu menyebabkan massa air hangat terbawa ke arah Pasifik Barat. Kemudian air yang lebih dingin di bawah laut Pasifik akan naik ke permukaan untuk mengganti massa air hangat yang berpindah tadi.
Baca juga: Masuki Musim Pancaroba, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan
"Ini disebut upwelling dan membuat suhu muka laut turun. Kondisi ini akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, serta membuat musim hujan terjadi lebih lama," jelas Esti.
La nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia terjadi selain angin muson. Kondisi ini meningkatkan pembentukan awan-awan hujan dengan tambahan massa udara basah.
(luq)
Lihat Juga :