Diabadikan Nama Jalan di Bogor, Berikut 5 Fakta tentang Tirto Adhi Soerjo

Rabu, 10 November 2021 - 15:51 WIB
loading...
Diabadikan Nama Jalan...
Tirto Adhi Soerjo merupakan pionir pers nasional. Melalui surat kabar miliknya inilah perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan diberitakan secara luas. Foto: ensiklopedia.kemdikbud/
A A A
BOGOR - Nama Raden Mas (RM) Djokomono Tirto Adhi Soerjo resmi diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bogor,bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2021 hari ini. Sang tokoh pers menggantikan nama Jalan Kesehatan di Tanah Sareal.

Baca juga: Hari Pahlawan, Tokoh Minke dalam Tetralogi Buru Diabadikan Jadi Nama Jalan di Bogor

Tirto Adhi Soerjo merupakan pionir pers nasional dengan menerbitkan Medan Prijaji yang didistribusikan secara nasional. Melalui surat kabar harian milik pribumi inilah perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan diberitakan secara luas.

Baca juga: Anies: Semua Pihak yang Terlibat Penanganan Covid-19 adalah Pahlawan

Tirto Adhi Soerjo lahir tahun 1880 dan meninggal pada 7 Desember 1918. Semasa hidup, kisah dan sosok Tirto dikenal cukup fenomenal, hingga menginspirasi Pramoedya Ananta Toer membuat buku berjudul ‘Bumi Manusia’. Tirto ditangkap dan disingkirkan dari Pulau Jawa dan dibuang ke Pulau Bacan, dekat Halmahera, Maluku Utara.

Berikut 5 fakta tentang Tirto Adhi Soerjo:

1. Bangkitkan pergerakan kaum terdidik di Indonesia.
Tirto dianggap sebagai orang yang paling berjasa atas bangkitnya pergerakan kaum terdidik di Indonesia. Meskipun lahir di Blora, Jawa Tangah, namun Tirto lebih lama tinggal di wilayah Bandung, Jawa Barat. sejak usia muda ia rajin mengirimkan tulisan-tulisannya ke sejumlah surat kabar, baik dalam bahasa Belanda maupun Jawa.

Di Bandung Tirto mendirikan 3 surat kabar, yakni Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907) dan Poetri Hindia (1908). Medan Prijaji dianggap sebagai surat kabar nasional pertama yang terbit. Medan Prijaji saat itu digemari masyarakat karena menyediakan penyuluhan hukum gratis.

2. Mendirikan Sarikat Priyayi dan Sarikat Dagang Islam.
Pada tahun 1906 atau dua tahun sebelum perkumpulan Budi Utomo lahir, Tirto sudah mendirikan organisasi pribumi bercorak modern pertama dengan nama Sarikat Priyayi. Organisasi ini yang kemudian cikal bakal melahirkan surat kabar Medan Prijaji pada tahun 1907. Tirto kemudian mendirikan Sarikat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1911 di Bogor. Sarekat Dagang Islam selanjutnya berubah nama menjadi Sarekat Islam setelah H.O.S Tjokroaminoto masuk dalam organisasi atas ajakan H Samanhudi.

3. Perintis perjuangan nasional modern.
Dalam buku Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, karya Takashi Shiraishi, disebutkan Tirto merupakan putra pribumi pertama yang menggerakkan bangsa melalui tulisan. Tirto dikenal memiliki kepiawaian dan ketajaman pikiran dalam setiap tulisannya. Takeshi menyebut Titro sebagai perintis model perjuangan nasional modern, yakni lewat tulisan di koran dan organisasi.

4. Corong suara rakyat lawan kolonialisme.
Tirto benar-benar memanfaatkan media yang ia terbitkan sebagai corong suara rakyat melawan kolonialisme. Titro tak gentar dengan risiko atas tulisannya, mulai dari dibuang, diasingkan, hingga dimiskinkan. Bahkan, meskipun sebagai "pemilik media" namun wafatnya tanpa pemberitaan besar.

Dalam buku 'Pers Pergerakan dan Kebangsaan' yang ditulis Iswara Noor Raditya Akbar, disebutkan kritik-ktritik Tirto melalui tulisan pemberitaan benar-benar membuat gerah pejabat kolonial Belanda saat itu.

5. Ungkap kisah cinta para nyai.
Surat kabar Medan Prijaji yang diterbitkan Tirto pada tahun 1907 tidak hanya berisi kritikan kepada Pemerintah Kolonial. Dalam rubriknya ternyata ada cerita roman fiksi yang dimuat bersambung. Cerita roman yang ditulis Tirto merupakan gambaran kehidupan pada masa itu.

Temanya adalah kisah cinta para nyai atau wanita simpanan dengan segala intriknya. Cukup banyak bumbu seks yang disuguhkan dalam tulisan. Namun hal itu bukan pornografi, karena dianggap lumrah dalam kehidupan masyarakat saat itu.

Sumber: ensiklopedia.kemdikbud/Diolah dari berbagai sumber

(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Bahlil Soal Masih Ada...
Bahlil Soal Masih Ada Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto: Mudah-mudahan Mereka Bisa Ikhlaskan
Rahmah El Yunusiyyah...
Rahmah El Yunusiyyah sang Pahlawan Nasional
Rekomendasi
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved