Tiba-tiba Mengamuk, Satpam Lukai Kepala Sekolah dan 37 Siswa SD
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:52 WIB
loading...
Seorang penjaga sekolah di China menyerang dan melukai 39 anak dan staf sekolah. Foto/Global Times
A
A
A
BEIJING - Seorang kepala sekolah dan 37 siswa di sebuah sekolah dasar di China bagian selatan terluka akibat serangan pisau satpam sekolah yang tiba-tiba mengamuk, Kamis (4/6/2020). Peristiwa menghebohkan itu terjadi di Sekolah Dasar Pusat Kota Wangfu di kota Wuzhou, wilayah otonom Guangxi Zhuang, sekitar jam 08.30 pagi waktu setempat.
Sebuah laporan insiden yang dikeluarkan oleh pemerintah kota mengidentifikasi tersangka pelaku penyerangan adalah Li Xiaomin, seorang penjaga keamanan atau satpam berusia 50 tahun yang bekerja di sekolah.
Menurut pernyataan pemerintah kota Wuzhou pada siang hari, ada 39 orang terluka dalam serangan itu. Selain kepala sekolah, ada satu lagi orang dewasa yang terluka, yaitu rekan pelaku sesama satpam. Para siswa tidak terluka parah, tetapi dua korban dewasa terluka parah, kendati tidak dilaporkan kritis.
(Baca: Kepergok Polisi, Pria Kanibal Cuek Tetap Menyantap Daging Neneknya)
"Delapan ambulans dikirim ke tempat kejadian, dan semua yang terluka dirawat di rumah sakit kota Wuzhou dan berbagai pusat kesehatan di Wangfu," bunyi laporan itu seperti dikutip dari South China Morning Post.
Sebuah laporan insiden yang dikeluarkan oleh pemerintah kota mengidentifikasi tersangka pelaku penyerangan adalah Li Xiaomin, seorang penjaga keamanan atau satpam berusia 50 tahun yang bekerja di sekolah.
Menurut pernyataan pemerintah kota Wuzhou pada siang hari, ada 39 orang terluka dalam serangan itu. Selain kepala sekolah, ada satu lagi orang dewasa yang terluka, yaitu rekan pelaku sesama satpam. Para siswa tidak terluka parah, tetapi dua korban dewasa terluka parah, kendati tidak dilaporkan kritis.
(Baca: Kepergok Polisi, Pria Kanibal Cuek Tetap Menyantap Daging Neneknya)
"Delapan ambulans dikirim ke tempat kejadian, dan semua yang terluka dirawat di rumah sakit kota Wuzhou dan berbagai pusat kesehatan di Wangfu," bunyi laporan itu seperti dikutip dari South China Morning Post.
Lihat Juga :