Usai Dengar Curhatan Perajin Anyaman di Raja Ampat, Sandiaga Uno Kasih Solusi
Kamis, 28 Oktober 2021 - 21:54 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendengarkan curhatan perajin anyaman dan noken di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua Barat. Foto/Ist
A
A
A
RAJA AMPAT - Seorang perajin anyaman dan noken di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua Barat curhat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terkait kurang dikenalnya produk mereka. Selain tidak adanya pameran di daerah, juga jika produk mereka dijual secara online ongkos kirimnya terlalu mahal.
Mama Yuni, perajin asal Desa Arborek, Raja Ampat, Papua mengaku kalau selama pandemi penjualan suvenir khas desanya tidak laku sama sekai. Sehingga dia meminta kepada Menparekraf untuk bisa membantu memasarkan kerajinan warga.
Baca juga: Nikmati Wisata Bawah Laut Sauwandarek, Sandiaga Uno: Belum Sah Jadi Diver Kalau Belum ke Raja Ampat
"Sebelumnya ada pameran di kabupaten sehingga kami bisa jual di sana. Tetapi sekarang ini karena pandemi tidak ada pameran maka penjualan juga tidak ada," katanya, Rabu (28/10/2021).
Sementara wisatawan yang datang juga jarang membeli produk mereka. Menurut Mama Yuni wisatawan yang datang hanya meminjam karyanya untuk foto-foto saja.
Mama Yuni, perajin asal Desa Arborek, Raja Ampat, Papua mengaku kalau selama pandemi penjualan suvenir khas desanya tidak laku sama sekai. Sehingga dia meminta kepada Menparekraf untuk bisa membantu memasarkan kerajinan warga.
Baca juga: Nikmati Wisata Bawah Laut Sauwandarek, Sandiaga Uno: Belum Sah Jadi Diver Kalau Belum ke Raja Ampat
"Sebelumnya ada pameran di kabupaten sehingga kami bisa jual di sana. Tetapi sekarang ini karena pandemi tidak ada pameran maka penjualan juga tidak ada," katanya, Rabu (28/10/2021).
Sementara wisatawan yang datang juga jarang membeli produk mereka. Menurut Mama Yuni wisatawan yang datang hanya meminjam karyanya untuk foto-foto saja.
Lihat Juga :