Gempa Sesar Besar Sumatera, Rumah Warga Alami Kerusakan
Kamis, 04 Juni 2020 - 09:39 WIB
loading...
Rumah warga di Aceh, mengalami kerusakan usai terjadi gempa bermagnitudo 4,8. Foto/Dok.BNPB
A
A
A
JAKARTA - Gempa bermagnitudo 4,8 melanda wilayah Aceh, Kamis (4/6/2020) pagi. Gempa yang terjadi di Sesar Besar Sumatera ini dirasakan masyarakat di Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar.
(Baca juga: Pemukiman Kesatria Majapahit Terkubur Tanah Sedalam 1 Meter )
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, yakni guncangan yang dirasakan di Sabang III MMI serta Banda Aceh dan Aceh Besar pada II MMI.
"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor dampak pascagempa berkekuatan M 4,8 yang terjadi di Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) masih melakukan pendataan pascagempa tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (4/6/2020).
BPBA melaporkan kerusakan di Sabang. Laporan sementara mencatat kerusakan rumah di daerah Kelurahan Paya, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Mengkutip pernyataan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 06.40 WIB sudah tercatat delapan kali aktivitas gempa.
(Baca juga: Pemukiman Kesatria Majapahit Terkubur Tanah Sedalam 1 Meter )
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, yakni guncangan yang dirasakan di Sabang III MMI serta Banda Aceh dan Aceh Besar pada II MMI.
"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor dampak pascagempa berkekuatan M 4,8 yang terjadi di Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) masih melakukan pendataan pascagempa tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (4/6/2020).
BPBA melaporkan kerusakan di Sabang. Laporan sementara mencatat kerusakan rumah di daerah Kelurahan Paya, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Mengkutip pernyataan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 06.40 WIB sudah tercatat delapan kali aktivitas gempa.
Lihat Juga :