Tito Ajak Pusat dan Pemda Bersatu Tangani Banjir Jabodetabek

Rabu, 03 Juni 2020 - 09:34 WIB
loading...
Tito Ajak Pusat dan...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto/Dok/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Banjir merupakan masalah klasik di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Perlu ada sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah (pemda) agar penanganannya komprehensif.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pembina dan pengawas pemda berusaha menjembatani komunikasi pusat dengan pemda di Jabodetabek dan Cianjur. Penanganan banjir harus dilakukan sejak dari hulu, kemudian bagian tengah dan hilir.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang terjadi di kawasan hulu akan berpengaruh di daerah tengah dan hilir aliran air.

"Apa yang dilakukan daerah hilir juga sangat penting karena berpengaruh pada daerah-daerah lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan bersama dan kerja sama antardaerah,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa 2 Juni 2020 malam.

Tito menilai perlu intervensi dan langkah-langkah dari pusat untuk mendukung integrasi di daerah. Hal itu agar penanganan banjir yang saban tahun melanda Jabodetabek bisa ditangani komprehensif.

Kemendagri telah membentuk tim kecil untuk melakukan kajian teknis mengenai peran dan manajemen kawasan hulu, tengah, dan hilir, untuk mengantisipasi banjir. Di kawasan hulu, perlu penataan ruang dengan penghijauan sehingga resapan airnya baik.

"Sehingga tidak terjadi longsor yang menjadi bencana untuk daerah tangkapan air. Juga untuk mengurangi debit air yang turun ke daerah tengah dan hilir," terang mantan Kapolri ini. (Baca juga: Misterius, 2 Warga Poso Tewas Ditembus Timah Panas di Bagian Leher dan Dada )

Pria kelahiran Palembang ini menerangkan perlu dibangun penampungan air, entah waduk, embung, atau lainnya, di kawasan tengah, terutama Bogor dan Depok. Tujuannya, untuk mengatur dan mengurangi debit, serta memperlancar aliran air.

Di kawasan hilir perlu penataan aliran, seperti pelebaran sungai dan sistem kanal yang sudah ada sehingga airnya dapat lancar mengalir. “Tidak terjadi penyempitan yang mengakibatkan penyumbatan. Pintu-pintu air yang memadai dan tidak mampet. Disamping itu, harus ada resapan air dalam bentuk biopori dan lainnya,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Kemendagri Beber Strategi...
Kemendagri Beber Strategi Cegah Penyelewengan Dana Desa
Latsar CPNS Kemendagri...
Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Rekomendasi
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Berita Terkini
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved