Vaksinasi Hepatitis B di Masa Pandemi, Dokter RS Siloam: Diberikan Sebulan Usai Vaksin Lengkap COVID-19
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:35 WIB
loading...
Di masa pendemi, pasien hepatitis B yang sudah disuntik vaksin COVID-19 ternyata tidak bisa langsung mendapat pelayanan vaksinasi hepatitis. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
YOGYAKARTA - Di masa pendemi, pasien hepatitis B yang sudah disuntik vaksin COVID-19 ternyata tidak bisa langsung mendapat pelayanan vaksinasi hepatitis. Pasien hepatitis baru boleh divaksinasi setelah sebulan mendapat vaksinasi lengkap COVID-19. Hal ini disampaikan dr Krisma Kurnia, Sp.PD FINASIM dari Siloam Hospitals Yogyakarta dalam edukasi kesehatan, Senin (4/10/2021).
"Di masa pandemi corona ini, hendaknya bagi yang ingin divaksin lengkap hepatitis B, bisa mendapatkannya setelah jangka waktu sebulan setelah menerima vaksin lengkap COVID- 19 dan mungkin dapat dibalik dengan memperhatikan skala prioritas dan hal-hal tentang cara penyebaran HBV ini," kata dr. Krisma Kurnia.Baca juga: 70 Persen Anak-anak di Bawah Usia 6 Tahun Menderita Hepatitis A Tanpa Gejala
Penyakit hepatitis B disebabkan oleh hepatitis B virus (HBV) yang menginfeksi organ hati atau liver. Secara umum gejala terinfeksinya organ hati akibat virus HBV ini menyebabkan mata dan kulit menguning, sakit perut, air urine keruh bahkan gatal hingga membengkak atau mengecilnya organ hati.
Menurut dr. Krisma Kurnia, hepatitis B yang menyebabkan infeksi, dapat dibagi menjadi infeksi akut dan infeksi kronis. Infeksi HBV pada kondisi akut dapat terjadi dalam kurun waktu selama enam bulan. “Penanganan pada kondisi akut ini dapat dilakukan dengan segera mendatangi layanan kesehatan guna mendapatkan pengobatan secara tepat,” terang Krisma.
Sistem kekebalan tubuh, lanjutnya, dapat dibantu dengan vaksin hepatitis yang memberikan antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis B. "Hanya saja jika pasien masih merasakan keluhan akibat infeksi ini bahkan secara kontinyu, itu artinya infeksi HBV telah mencapai tahap kronis, yang dapat diartikan karena sistem imun tubuh tidak dapat melawan infeksi," bebernya.
"Di masa pandemi corona ini, hendaknya bagi yang ingin divaksin lengkap hepatitis B, bisa mendapatkannya setelah jangka waktu sebulan setelah menerima vaksin lengkap COVID- 19 dan mungkin dapat dibalik dengan memperhatikan skala prioritas dan hal-hal tentang cara penyebaran HBV ini," kata dr. Krisma Kurnia.Baca juga: 70 Persen Anak-anak di Bawah Usia 6 Tahun Menderita Hepatitis A Tanpa Gejala
Penyakit hepatitis B disebabkan oleh hepatitis B virus (HBV) yang menginfeksi organ hati atau liver. Secara umum gejala terinfeksinya organ hati akibat virus HBV ini menyebabkan mata dan kulit menguning, sakit perut, air urine keruh bahkan gatal hingga membengkak atau mengecilnya organ hati.
Menurut dr. Krisma Kurnia, hepatitis B yang menyebabkan infeksi, dapat dibagi menjadi infeksi akut dan infeksi kronis. Infeksi HBV pada kondisi akut dapat terjadi dalam kurun waktu selama enam bulan. “Penanganan pada kondisi akut ini dapat dilakukan dengan segera mendatangi layanan kesehatan guna mendapatkan pengobatan secara tepat,” terang Krisma.
Sistem kekebalan tubuh, lanjutnya, dapat dibantu dengan vaksin hepatitis yang memberikan antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis B. "Hanya saja jika pasien masih merasakan keluhan akibat infeksi ini bahkan secara kontinyu, itu artinya infeksi HBV telah mencapai tahap kronis, yang dapat diartikan karena sistem imun tubuh tidak dapat melawan infeksi," bebernya.
Lihat Juga :