3 Kisruh Warga Perumahan Mewah, Nomor 2 Sampai Disuruh Tinggal di Hutan

Selasa, 05 Oktober 2021 - 16:18 WIB
loading...
3 Kisruh Warga Perumahan...
Warga Blok C-12 Perumahan Permata Buana, Kembangan bernama Hartono Prasetya alias Toni diduga mendapat persekusi dari sekelompok orang dan melakukan aksi seperti demonstrasi. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kisruh warga perumahan mewah ini bikin geleng-geleng kepala. Biasanya diawali kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi sesama warga. Akhirnya keinginan tinggal nyaman di kawasan perumahan kerap terganggu.

Berikut 3 kisruh warga perumahan mewah yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (5/10/2021). Akibat kekisruhan itu, ada warga yang sampai disuruh tinggal di hutan.
Baca juga: Viral, Satpam Ribut dengan Seorang Wanita di Perumahan Permata Buana

1. Gara-gara Renovasi Rumah
Renovasi rumah milik Candy di Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat memicu keributan dengan satpam kompleks. Bahkan, sejumlah satpam diduga disuruh kepala satpam untuk menyita barang dan tanaman warga milik Candy. "Awalnya ada keluhan dari tetangga yang belakangan baru diketahui ternyata tetangga ini ya pengurus RW juga. Aduan itu soal suara berisik yang ditimbulkan dari renovasi rumahnya. Bunyi berisik karena anaknya sedang sekolah online," ujar Candy.
3 Kisruh Warga Perumahan Mewah, Nomor 2 Sampai Disuruh Tinggal di Hutan

Keributan warga versus satpam Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Foto: IG @merekamjakarta

Tidak hanya itu, Candy juga mendapatkan surat dari pengurus RW agar membayar uang untuk izin membangun rumah atau renovasi rumah sebesar Rp5 juta. Kemudian, ada juga uang jaminan pengawasan Rp10 juta. "Lalu, ada uang stiker pekerja juga diminta oleh pengurus yang nominalnya Rp60 ribu per stiker. Kemudian ada juga uang jaminan untuk material masuk itu juga diminta tapi klien kami tidak memberikan uang itu," ujar kuasa hukum Candy, Syair Abdul Muthalib.

Buntut dari kekisruhan tersebut berujung penetapan WH, kepala satpam sebagai tersangka. "WH yang memerintahkan sejumlah sekuriti untuk membawa paksa mobil yang mengangkut tanaman warga," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono.

Polisi juga masih menyelidiki dugaan pungli pada kasus warga Permata Buana ini karena korban mengungkap adanya permintaan sejumlah uang untuk jaminan proyek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Rekomendasi
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved