Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp26 Miliar untuk Bangun Trotoar

Selasa, 28 September 2021 - 18:20 WIB
loading...
Pemkab Bekasi Gelontorkan...
Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran Rp 26 miliar untuk membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang. SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran Rp 26 miliar untuk membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang. Padahal, sejak dibangun 2018, trotoar itu lebih banyak digunakan para pedagang dan parkir kendaraan dibandingkan para pejalan kaki.

Pada 2018, sedikitnya Rp10 miliar dianggarkan Pemkab Bekasi untuk membangun trotoar. Setahun berselang, Rp12,8 miliar kembali dikucurkan untuk pembangunan trotoar di Kalimalang.

Hasilnya, trotoar itu kini hanya dihuni para pedagang untuk berjualan. Sisanya, trotoar hancur karena lebih sering digunakan untuk parkir kendaraan ketimbang pejalan kaki. (Baca juga; Anies Pamer Penataan Trotoar, Jakarta Makin Cantik )

Padahal Jalan Inspeksi Kalimalang di Kabupaten Bekasi masih merupakan jalur alternatif bukan jalan protokol. Tidak ada pusat keramaian atau bahkan perbelanjaan di lokasi itu. Pembangunan trotoar di sana jarang digunakan pejalan kaki.

Belum lagi kondisi jalan Kalimalang yang gersang ditambah dengan banyaknya pabrik di sekitarnya, termasuk batching plan membuat trotoar semakin mubazir. Jangankan untuk berjalan kaki, bagi pengendara sepeda motor saja perlu masker dan helm dengan kaca tertutup karena banyaknya debu beterbangan.

Trotoar yang dilapisi keramik kasar itu lebih banyak digunakan untuk para pedagang berjualan. Bahkan terdapat beberapa warung nasi mendirikan bangku dan meja makan di atas trotoar, lengkap dengan atapnya. ”Ya kalau trotoar saya enggak paham. Saya pakai aja (untuk pelanggan makan),” kata Reza Raditya (40), warga setempat.

Selain warung makan, terdapat pula beberapa bengkel yang memperbaiki mobil pelanggannya di atas trotoar. Berdasarkan pantauan di lapangan, trotoar yang tidak digunakan untuk pejalan kaki itu, di beberapa titik mulai hancur. (Baca juga; Penataan Trotoar di Kebayoran Baru Dikebut, Warganet: Paling Jadi Tempat Parkir Liar )
Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp26 Miliar untuk Bangun Trotoar


Tahun ini, trotoar mubazir itu kembali dibangun. Apalagi, kondisi masyarakat Bekasi sedang terdampak COVID-19. Tahun ini, pembangunan trotoar dianggarkan pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi.

Anggaran itu terdiri dari penataan Jalan Kalimalang (Tegaldanas-Tegalgede) sebesar Rp15,8 miliar, pembangunan saluran dan trotoar batas kota-Cibitung sebesar Rp5 miliar. Pembangunan lanjutan drainase dan trotoar ruas Tegalgede-Tegaldanas Rp3,9 miliar dan penataan Jalan Kalimalang Cibitung-Tegalgede sebesar Rp2 miliar.

Pada tahun kedua pandemi, sejumlah anggaran infrastruktur kembali dialihkan untuk penanganan COVID-19. Hanya saja, pembangunan trotoar senilai Rp26 miliar itu justru lolos dari refocusing anggaran. Berbeda dengan anggaran pembangunan rumah tidak layak huni milik warga yang malah dibatalkan oleh Pemkab Bekasi.

Padahal, rencananya ada 2.500 rumah yang akan dibangun. Seturut dengan itu, pembanguan sejumlah ruang kelas yang rusak di sekolah pun dibatalkan karena anggarannya digunakan untuk penanganan COVID-19.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan belum bisa dikomfirmasi terkait pembangunan trotoar tersebut. Ketika didatangi kantornya dia tidak ada di tempat dan ketika dihubungi telepon selular tidak direspons.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Rekomendasi
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved