Pemkab Bekasi Kantongi Perusahaan Pencemar Lingkungan

Rabu, 22 September 2021 - 20:02 WIB
loading...
Pemkab Bekasi Kantongi...
Pemkab Bekasi terus menindaklanjuti kasus pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali Cilemahabang, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
BEKASI - Pemkab Bekasi terus menindaklanjuti kasus pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali Cilemahabang, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Diketahui, pencemaran ini terjadi di sungai yang melintasi dua kawasan industri di wilayah Cikarang.

Saat ini, pemerintah sudah mengantongi perusahaan industri yang mencemari sungai di Bekasi. Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, pencemaran sungai tidak hanya terjadi di Cilemahabang.

Berdasarkan hasil laporan di lapangan, sejumlah sungai pun turut tercemar. Sayangnya pencemaran yang telah terjadi sekian lama ini tidak ditindaklanjuti. ”Hampir semua titik sungai tercemar akibat limbah industri,” kata Dani kepada wartawan Rabu (22/9/2021).

Menurut dia, pencemaran di Cilemahabang saat ini menjadi fokus perhatian. Sungai yang dicemari itu melewati permukiman warga padat penduduk. Ironisnya, sungai yang tercemar itu justru digunakan warga untuk mandi dan mencuci pakaian.

Dari hasil penelusuran, pencemaran itu berasal Sungai Cikadu yang kemudian mengalir ke Cilemahabang. Baca: Anies Beri Penghargaan 52 Orang dari Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Kemudian saat ditindaklanjuti lebih mendalam, pencemaran Sungai Cikadu berasal dari dua kawasan industri. Namun demikian, Dani belum dapat menjelaskan lebih jauh dua kawasan tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan berbagai pembuktian, di antaranya hasil uji laboratorium.

”Diduga dua kawasan ini tapi kami masih menunggu hasil uji laboratorium yang minggu lalu sudah disampaikan dan baru akan diketahui hasilnya minimal dalam dua pekan ini. Maka kami menunggu hasil laboratorium ini,” jarnya. Meski begitu, Dani memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan menunggu hasil laboratorium.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku pencemaran dengan ancaman pidana. Menurut dia, sanksi tegas patut dijatuhkan untuk memberikan efek jera pada pelaku.”Karena pencemaran ini terus berlangsung dan menjadi evaluasi kami dan wajib diberikan sanksi tegas,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kualitas air dari tujuh sungai alam yang mengairi wilayah Kabupaten Bekasi berbahaya untuk kesehatan. Saat ini, satu-satunya aliran air yang masih bagus dan punya hewan endemik yakni Kali Cikarang. Itu pun hanya dari hulu sampai tengah. Artinya, dari Gunung Karang sampai Cikarang Barat.

Sementara dari Cikarang Barat sampai Muara Gembong yang melewati Sukatani, Sukawangi, dan Cabang Bungin, sudah bukan lagi sungai, melainkan pembuangan limbah B3. Pencemaran limbah B3 itu dari perusahaan dari sebelas kawasan, ada empat kawasan yang bersinggungan langsung dengan kali Cikarang, Cabang, Jambe, Cipamingkis, dan Citarum.

Akibatnya segmentasi dari banyak outlet pembuangan kawasan itu tidak hanya air. Akan tetapi ada bahan seperti swap, lumpur dari akumulasi pembuangan atau sisa produksi pabrik. Empat kawasan itu EJIP, Hyundai, MM2100, dan Jababeka. Pemkab Bekasi saat ini masih menunggu hasil laboratorium air sungai di Bekasi.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Acer Gandeng 50 Sekolah...
Acer Gandeng 50 Sekolah Kelola Sampah Elektronik
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
PPLI Pamerkan Teknologi...
PPLI Pamerkan Teknologi Pengelolaan Limbah Terpadu di The 2nd Indonesia-Japan Environment Week
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Zelensky Tuding Perusahaan...
Zelensky Tuding Perusahaan AS Korupsi Bantuan Militer untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved