Enam Bank Sampah di Gowa Dapat Penghargaan dari Yayasan Peduli Negeri
Selasa, 21 September 2021 - 16:41 WIB
loading...
Pj Sekda Gowa, Kamsina menyerahkan penghargaan kepada pengelola bank sampah yang dianggap cukup baik dalam pengelolaan sampah di 2020-2021. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Enam bank sampah di Kabupaten Gowa menerima penghargaan dari Yayasan Peduli Negeri. Penghargaan diberikan karena bank sampah ini dianggap cukup baik dalam pengelolaan sampah di 2020-2021.
Enam bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Uniy Al-Hijrah Kelurahan Paccinongan (juara harapan III), Bank Sampah Unit Nurhidayah Keluarahan Tompobalang (juara harapan II), dan Bank Sampah Unit Al Mutsar Kelurahan Tamarunang (juara harapan I).
Baca juga: Serbuan Vaksinasi Covid-19 Sasar Enam Pasar di Kabupaten Gowa
Kemudian, Bank Sampah Unit Nurul Nur Kelurahan Samata (juara III), Bank Sampah Unit Peduli Bersama Kelurahan Paccinongan (juara II), dan Bank Sampah Unit Seroja Kelurahan Pandang-pandang (juara I).
Ketua Yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan mengatakan, tujuan utama pemberian penghargaan ini untuk mengapresiasi apa yang dilakukan oleh bank sampah di Kabupaten Gowa. Menurutnya secara data, ada 55 bank sampah di Kabupaten Gowa yang tersebar di Kecamatan Somba Opu.
"Jadi hari ini adalah kegiatan pemberian penghargaan kepada bank sampah Kabupaten Gowa dan juga dirangkaikan dengan World Cleanup Day tahun 2021. Ini luar biasa, karena dari 55 bank sampah di Kabupaten Gowa, khususnya di Kecamatan Somba Opu itu, kita mampu menyelamatkan atau mengelola sampah 3-5 ton dalam 1 bulan," ungkapnya, Selasa (21/9).
Menurut Saharuddin, Gowa merupakan salah satu yang aktif dalam pengelolaan sampah. Pasalnya 3-5 ton sampah yang dikumpulkan itu bernilai ekonomis dengan perputaran uang hingga Rp8-9 juta setiap bulan.
"Ini merupakan suatu prestasi yang baik. Artinya, 3-5 ton ini yang tadinya menjadi sampah dan dibuang ke TPA akhirnya bisa dimanfaatkan dari sesuatu yang menjadi sampah bisa menjadi uang bagi masyarakat ketika dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Baca juga:Wisata Bernuansa Eropa Bakal Dihadirkan di Kota Malino
Selain nilai ekonomis, bank sampah ini juga memiliki nilai sosial, di mana banyak pengangguran di tengah pandemi Covid-19 ini, tetapi dengan adanya bank sampah mereka membentuk organisasi dan menimbang bank sampahnya untuk mendapatkan uang.
Sementara itu, Pj Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, pengelolaan sampah telah menjadi persoalan klasik baik di tingkat lokal nasional bahkan telah menjadi isu global. Volume timbulan sampah yang meningkat karena jumlah populasi dan konsumen.
"Ini juga terjadi di Kabupaten Gowa yang memiliki posisi strategis yang menarik pertumbuhan industri dan kawasan pemukiman dan menyajikan kabupaten Gowa sebagai salah satu kabupaten dengan penduduk terbesar di Sulsel sehingga akan meningkatkan komsumsi masyarakat menggunakan kemasan sekali pakai," jelasnya.
Kamsina mengaku, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Gowa telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan penyelenggaraan pengelolaan persampahan, baik dari aspek pengurangan maupun penanganan sampah.
"Salah satu yang kita lakukan adalah kegiatan bank sampah, sosialisasi pemilahan, penggunaan tumbler, bersih-bersih lingkungan, penyediaan sarana pengangkutan sampah dan fasilitas TPS 3R," tambah Kamsina.
Baca juga:Bupati Gowa Ajak Masyarakat Dukung Percepatan Pembentukan Kekebalan Kelompok
Pada kesempatan itu juga, dirinya memberikan selamat kepada para pemenang. Ia berharap, bank sampah akan memberikan semangat dan terus mengedukasi masyarakat agar mengelola sampahnya.
"Selamat kepada pemenang. Mari kita mengelola sampah mulai dari sumbernya dan membiasakan diri melakukan pengelolaan sampah dengan memilah sampah dan membuangnya ditempat yang telah disediakan serta bagi yang belum juara juga tetap semangat untuk tingkatkan bank sampahnya," tutupnya.
Enam bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Uniy Al-Hijrah Kelurahan Paccinongan (juara harapan III), Bank Sampah Unit Nurhidayah Keluarahan Tompobalang (juara harapan II), dan Bank Sampah Unit Al Mutsar Kelurahan Tamarunang (juara harapan I).
Baca juga: Serbuan Vaksinasi Covid-19 Sasar Enam Pasar di Kabupaten Gowa
Kemudian, Bank Sampah Unit Nurul Nur Kelurahan Samata (juara III), Bank Sampah Unit Peduli Bersama Kelurahan Paccinongan (juara II), dan Bank Sampah Unit Seroja Kelurahan Pandang-pandang (juara I).
Ketua Yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan mengatakan, tujuan utama pemberian penghargaan ini untuk mengapresiasi apa yang dilakukan oleh bank sampah di Kabupaten Gowa. Menurutnya secara data, ada 55 bank sampah di Kabupaten Gowa yang tersebar di Kecamatan Somba Opu.
"Jadi hari ini adalah kegiatan pemberian penghargaan kepada bank sampah Kabupaten Gowa dan juga dirangkaikan dengan World Cleanup Day tahun 2021. Ini luar biasa, karena dari 55 bank sampah di Kabupaten Gowa, khususnya di Kecamatan Somba Opu itu, kita mampu menyelamatkan atau mengelola sampah 3-5 ton dalam 1 bulan," ungkapnya, Selasa (21/9).
Menurut Saharuddin, Gowa merupakan salah satu yang aktif dalam pengelolaan sampah. Pasalnya 3-5 ton sampah yang dikumpulkan itu bernilai ekonomis dengan perputaran uang hingga Rp8-9 juta setiap bulan.
"Ini merupakan suatu prestasi yang baik. Artinya, 3-5 ton ini yang tadinya menjadi sampah dan dibuang ke TPA akhirnya bisa dimanfaatkan dari sesuatu yang menjadi sampah bisa menjadi uang bagi masyarakat ketika dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Baca juga:Wisata Bernuansa Eropa Bakal Dihadirkan di Kota Malino
Selain nilai ekonomis, bank sampah ini juga memiliki nilai sosial, di mana banyak pengangguran di tengah pandemi Covid-19 ini, tetapi dengan adanya bank sampah mereka membentuk organisasi dan menimbang bank sampahnya untuk mendapatkan uang.
Sementara itu, Pj Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, pengelolaan sampah telah menjadi persoalan klasik baik di tingkat lokal nasional bahkan telah menjadi isu global. Volume timbulan sampah yang meningkat karena jumlah populasi dan konsumen.
"Ini juga terjadi di Kabupaten Gowa yang memiliki posisi strategis yang menarik pertumbuhan industri dan kawasan pemukiman dan menyajikan kabupaten Gowa sebagai salah satu kabupaten dengan penduduk terbesar di Sulsel sehingga akan meningkatkan komsumsi masyarakat menggunakan kemasan sekali pakai," jelasnya.
Kamsina mengaku, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Gowa telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan penyelenggaraan pengelolaan persampahan, baik dari aspek pengurangan maupun penanganan sampah.
"Salah satu yang kita lakukan adalah kegiatan bank sampah, sosialisasi pemilahan, penggunaan tumbler, bersih-bersih lingkungan, penyediaan sarana pengangkutan sampah dan fasilitas TPS 3R," tambah Kamsina.
Baca juga:Bupati Gowa Ajak Masyarakat Dukung Percepatan Pembentukan Kekebalan Kelompok
Pada kesempatan itu juga, dirinya memberikan selamat kepada para pemenang. Ia berharap, bank sampah akan memberikan semangat dan terus mengedukasi masyarakat agar mengelola sampahnya.
"Selamat kepada pemenang. Mari kita mengelola sampah mulai dari sumbernya dan membiasakan diri melakukan pengelolaan sampah dengan memilah sampah dan membuangnya ditempat yang telah disediakan serta bagi yang belum juara juga tetap semangat untuk tingkatkan bank sampahnya," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :