PWNU Jakarta Gelar Donor Darah, Dihadiri Wagub DKI dan Gibran

Sabtu, 11 September 2021 - 22:22 WIB
loading...
PWNU Jakarta Gelar Donor...
Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Nasional Karang Taruna Gibran Rakabuming Raka dalam acara PWNU DKI Jakarta. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta kembali menggelar rangkaian kegiatan Resolusi Jihad Kemanusiaan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 . Kali ini PWNU DKI berha sil memprakarsai Donor Darah dan Plasma Konvalesen bersama PMI DKI Jakarta yang didukung oleh Dirlantas Polri di Jakarta.

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Nasional Karang Taruna Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya mengapresiasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, dan akan menerapkannya di Kota Solo.

"Kita akan mencoba menerapkannya (penanganan Covid-19 di DKI Jakarta) di Kota Solo," jelasnya dalam keterangan, Sabtu (11/9/2021). Baca juga: Gagal Donor Plasma Konvalesen, Penyintas Covid-19 Tetap Bisa Donor Darah

Dirinya juga mengapresiasi atas langkah PWNU DKI Jakarta yang sudah berjuang bersama-sama menekan laju penyebaran Covid-19. "Kami mengapresiasi semua kegiatan PWNU, khususnya disaat pandemi ini yang mana telah banyak membantu masyarakat terdampak pandemi," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Donor Darah dan Plasma Konvalasen, KH Asyik Samsul Huda mengatakan, kegiatan ini merupakan arahan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta. Menurutnya NU selalu memiliki semangat untuk terus di tengah masyarakat dalam rangka membantu tugas pemerintah mengayomi masyarakat.

"Menurut hadits, Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu PWNU DKI terus berusaha menjadi yang bermanfaat bagi masyarakat. PWNU sebelumnya berhasil menyelenggarakan NU peduli isoman dan sekarang PWNU DKI berhasil menyelenggarakan Donor Darah dan Plasma Konvalesen. Perputaran ekonomi dan ketahanan nasional berpusat di DKI Jakarta. Maka di bawah kepemimpinan Doktor Kiai Samsul Ma'arif, kitabersama sama berikhtiar menekan angka Covid-19 di DKI Jakarta," kata Kiai Asyik.

Pada kesempatan ini, Ketua PWNU DKI Jakarta Doktor KH Samsul Ma'arif dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan yang sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Baca juga: Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gowa Gelar Donor Darah

"Penyelenggaraan vaksinasi hingga sampai saat ini sudah dua puluh titik dan akan terus berjalan. Kita bekerja sama dengan TNI-Polri dengan pemerintah DKI Jakarta. Semua sudah hadir mulai dari Panglima, Kapolri, Wakapolri, Pangdam, Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota," kata Kiai Samsul.

Selanjutnya PWNU DKI juga telah memberikan bantuan kepada pasien isolasi mandiri di lima belas titik selama setiap hari dengan memberi bantuan makanan siap saji sebanyak 2400 makanan setiap harinya.

"NU uangnya di mana mana, semuanya dititipkan, tinggal bagaimana menggunakannya, butuh kecerdasan kita. Alhamdulillah kegiatan sosial keagamaan yg dilakukan NU selalu terlaksana dengan baik dengan didukung pemerintah," tuturnya.

Ia bercerita, dulu Mbah Hasyim pada 22 Oktober menggelorakan Semangat Resolusi Jihad. Orang orang yang berdomisili 94 KM dari Surabaya wajib melakukan jihad kepada penjajah.

"Penjajahnya kelihatan, dengan senjata, tombak, bedil dan sebagainya. Saat ini kita sedang berperang melawan penjajah yang tidak kelihatan. Perlu kita lawan dengan senjata yakni tahlil dan wirid," pesannya.

Dia juga mengatakan, pihaknya kerap menyelenggarakan doa bersama dan istighosah. "Alhamdulillah PWNU hingga saat ini hingga tingkat ranting rutin menyelenggarakan doa dan istighosah meminta pertolongan kepada Allah Swt untuk keselamatan masyarakat Jakarta," sambungnya.

Senjata kedua yakni dengan ikhtiar lahir, dengan vaksin, PWNU selalu menyampaikan bahwa vaksinasi adalah berobat. Menurut ulama berobat itu boleh, artinya orang sakit boleh berobat atau tidak. Tapi apabila penyakitnya menularkan dan merugikan orang lain, maka menjadi wajib.

Pendapat kedua adalah mutlak, berobat itu wajib. Perkara yg wajib tidak akan sempurna apabila tidak melakukan sesuatu maka perlu dilakukan sesuatu. Maka PWNU DKI mengajak semua pengurus hingga tingkat ranting dan semua sepakat bahwa wajib hukumnya melakukan vaksin.

"InsyaAllah berjalan lancar NU bersama pemerintah dan TNI Polri akan terus berikhtiar memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Kiai Samsul.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Kinerja Wapres Gibran
Dari ATR ke Boeing,...
Dari ATR ke Boeing, Wapres Tinjau Pengembangan Bandara Nabire untuk Konektivitas Papua Tengah
Gibran Rakabuming Raka:...
Gibran Rakabuming Raka: Siapa pun Presidennya, Menterinya Prof Yusril
Rekomendasi
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved