Tinggalkan PSI, Fadli Noor jadi Konsultan Politik
Kamis, 09 September 2021 - 19:19 WIB
loading...
Fadli Noor saat masih menjabat sebagai Ketua PSI Sulsel. Foto: Dokumentasi pribadi
A
A
A
MAKASSAR - Fadli Noor memilih mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) . Dia juga sudah menanggalkan posisinya sebagai Ketua DPW PSI Sulsel.
"Sebenarnya mundur secara lisan kepada DPP sudah beberapa bulan lalu. Tapi mundur secara tertulis baru dua hari lalu (Selasa). Artinya sekarang ini, saya bukan lagi bagian dari PSI ," kata Fadli saat ditemui di salah satu warung kopi di Makassar pada Kamis (9/9).
Baca juga:Tersandung Kasus Hukum, Demokrat Tahan Pengusulan Ali Wirya jadi PAW
Fadli mengaku mundur dari PSI lantaransedang membangun lembaga yang bergerak di bidang konsultan politik.
"Alasan mundur personal. Saya bikin lembaga bersama teman-teman yang nanti salah satu tujuannya melakukan pendampingan politik. Entah itu pilkada ataukah bermitra dengan parpol lain," ujarnya.
Dia mengaku sudah berpamitan dengan sejumlah petinggi PSI di Jakarta. Sekaligus mengembalikan mandat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Baca juga:Diberhentikan DKPP, Pengadu Kahar jadi PAW Mujaddid di KPU Maros
"Saya mundur untuk menjaga independensi PSI yang telah disepakati yakni bebas dari warna partai. Itu juga bersamaan dengan habisnya masa jabatan saya," sebutnya.
Mantan Jubir Appi-Rahman di pilwalkot Makassar 2020 ini memastikan, pengunduran dirinya tidak akan mengganggu jalannya roda kepengurusan di PSI Sulsel. "Jadi yang mundur hanya saya. Kemudian diambil alih oleh Wakil Sekjend DPP Satya Candra," bebernya.
Ia pun berpesan kepada kepengurusan PSI Sulsel saat ini agar tetap menjalankan roda organisasi partai sambil menunggu kebijakan DPP untuk merampungkan kepengurusan yang sudah ada. Termasuk mencari ketua baru.
Baca juga:DKPP Berhentikan Mujaddid Sebagai Komisioner KPU Maros
Fadli mengaku sudah mengusulkan beberapa nama ke DPP sebagai calon penggantinya. Meski dia akui ada beberapa pengurus yang memiliki jalur DPP.
"Intinya, proses awal sudah berjalan. Tampaknya DPP sudah mulai menyusun. Jadi saya tegaskan lagi, saya bukan lagi ketua dan kader," tutup Fadli Noor.
Ketua DPD PSI Luwu Timur, Muh Irsan Arief Ilham berharap Fadli bisa bertahan sebagai ketua wilayah lebih lama. Apalagi perhelatan politik ke depan makin dekat.
Baca juga:Berkarya Sulsel Yakin Kubu Tommy Soeharto Tetap Tak Ikut Verifikasi Parpol
"Sudah kami dengar di grup-grup WA (WhatsApp), tapi kami belum dapat informasi resminya. Kami harap sih, Kak Fadli masih bisa sama-sama dengan kami di PSI ," sebut Iccank sapaannya.
Meski begitu, Iccank tak mau menahan pilihan politik Fadli. "Kalaupun Kak Fadli menilai, mundurnya dari partai adalah pilihan terbaik, ya kami legowo," tandasnya.
"Sebenarnya mundur secara lisan kepada DPP sudah beberapa bulan lalu. Tapi mundur secara tertulis baru dua hari lalu (Selasa). Artinya sekarang ini, saya bukan lagi bagian dari PSI ," kata Fadli saat ditemui di salah satu warung kopi di Makassar pada Kamis (9/9).
Baca juga:Tersandung Kasus Hukum, Demokrat Tahan Pengusulan Ali Wirya jadi PAW
Fadli mengaku mundur dari PSI lantaransedang membangun lembaga yang bergerak di bidang konsultan politik.
"Alasan mundur personal. Saya bikin lembaga bersama teman-teman yang nanti salah satu tujuannya melakukan pendampingan politik. Entah itu pilkada ataukah bermitra dengan parpol lain," ujarnya.
Dia mengaku sudah berpamitan dengan sejumlah petinggi PSI di Jakarta. Sekaligus mengembalikan mandat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Baca juga:Diberhentikan DKPP, Pengadu Kahar jadi PAW Mujaddid di KPU Maros
"Saya mundur untuk menjaga independensi PSI yang telah disepakati yakni bebas dari warna partai. Itu juga bersamaan dengan habisnya masa jabatan saya," sebutnya.
Mantan Jubir Appi-Rahman di pilwalkot Makassar 2020 ini memastikan, pengunduran dirinya tidak akan mengganggu jalannya roda kepengurusan di PSI Sulsel. "Jadi yang mundur hanya saya. Kemudian diambil alih oleh Wakil Sekjend DPP Satya Candra," bebernya.
Ia pun berpesan kepada kepengurusan PSI Sulsel saat ini agar tetap menjalankan roda organisasi partai sambil menunggu kebijakan DPP untuk merampungkan kepengurusan yang sudah ada. Termasuk mencari ketua baru.
Baca juga:DKPP Berhentikan Mujaddid Sebagai Komisioner KPU Maros
Fadli mengaku sudah mengusulkan beberapa nama ke DPP sebagai calon penggantinya. Meski dia akui ada beberapa pengurus yang memiliki jalur DPP.
"Intinya, proses awal sudah berjalan. Tampaknya DPP sudah mulai menyusun. Jadi saya tegaskan lagi, saya bukan lagi ketua dan kader," tutup Fadli Noor.
Ketua DPD PSI Luwu Timur, Muh Irsan Arief Ilham berharap Fadli bisa bertahan sebagai ketua wilayah lebih lama. Apalagi perhelatan politik ke depan makin dekat.
Baca juga:Berkarya Sulsel Yakin Kubu Tommy Soeharto Tetap Tak Ikut Verifikasi Parpol
"Sudah kami dengar di grup-grup WA (WhatsApp), tapi kami belum dapat informasi resminya. Kami harap sih, Kak Fadli masih bisa sama-sama dengan kami di PSI ," sebut Iccank sapaannya.
Meski begitu, Iccank tak mau menahan pilihan politik Fadli. "Kalaupun Kak Fadli menilai, mundurnya dari partai adalah pilihan terbaik, ya kami legowo," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :