Bunuh Pengamen dengan 32 Tusukan, Polisi Buru Tompel
Jum'at, 03 September 2021 - 15:21 WIB
loading...
Polsek Bekasi Timur masih memburu pelaku pembunuhan terhadap Kristianto seorang pengamen yang tewas dibantai dengan senjata tajam. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Timur masih memburu pelaku pembunuhan terhadap Kristianto seorang pengamen yang tewas dibantai dengan senjata tajam . Peristiwa itu terjadi disebuah warung makan Kampung Karang Kitri, Jalan Rawa Indah, RT 05 RW 009,Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin30 Agustus 2021 malam.
Petugas mengidentifikasi pelakunya adalah Sahroni alias Tompel yang saat ini keberadaanya sedang diburu. Sebab, setelah peristiwa sadis itu, pelaku langsung melarikan diri dan tidak diketahui keberadaanya. Baca juga: Bekasi Geger, Pengamen Tewas Mengenaskan Dihujani Bacokan di Depan Khalayak Ramai
”Kita masih terus dalami dan buru pelakunya dengan tim gabungan Polres Bekasi dan Polda Metro Jaya,” kata Kapolsek Bekasi Timur, AKP Rusit Malaka kepada wartawan di Bekasi, Jumat (3/9/2021).
Rusit mengungkapkan, dalam aksi tersebut, pelaku dan korban merupakan rekan seprofesi dan apabila dilihat dari kronologisnya merupakan kasus pribadi.Kemudian pelaku ketika melakukan aksinya kepada korbandalam kondisimabuk, dan diajuga memastikan kasus ini tidak ada unsur percintaan di dalamnya.
”Bukan unsur percintaan, itu ada masalah pada pembagian lahan ngamen,” ungkapnya.
Petugas mengidentifikasi pelakunya adalah Sahroni alias Tompel yang saat ini keberadaanya sedang diburu. Sebab, setelah peristiwa sadis itu, pelaku langsung melarikan diri dan tidak diketahui keberadaanya. Baca juga: Bekasi Geger, Pengamen Tewas Mengenaskan Dihujani Bacokan di Depan Khalayak Ramai
”Kita masih terus dalami dan buru pelakunya dengan tim gabungan Polres Bekasi dan Polda Metro Jaya,” kata Kapolsek Bekasi Timur, AKP Rusit Malaka kepada wartawan di Bekasi, Jumat (3/9/2021).
Rusit mengungkapkan, dalam aksi tersebut, pelaku dan korban merupakan rekan seprofesi dan apabila dilihat dari kronologisnya merupakan kasus pribadi.Kemudian pelaku ketika melakukan aksinya kepada korbandalam kondisimabuk, dan diajuga memastikan kasus ini tidak ada unsur percintaan di dalamnya.
”Bukan unsur percintaan, itu ada masalah pada pembagian lahan ngamen,” ungkapnya.
Lihat Juga :