Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ditemukan Tewas saat Cari Kayu Bakar, Wanita Blitar Diduga Tertimpa Dahan Pohon

loading...
Ditemukan Tewas saat Cari Kayu Bakar, Wanita Blitar Diduga Tertimpa Dahan Pohon
SNI (58) warga Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ditemukan terbujur kaku di pekarangan rumah tetangga. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
BLITAR - Seorang perempuan berinisial SNI (58) warga Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ditemukan terbujur kaku di pekarangan rumah tetangga. Pada bagian kepala yang bersangkutan terdapat luka robek sekitar 10 cm. Sebatang patahan dahan pohon genitri tergeletak tidak jauh darinya.

"Kematian yang bersangkutan diduga akibat tertimpa dahan pohon genitri," ujar Kapolsek Gandusari AKP Tri Wahyudi kepada wartawan, Kamis (26/8/2021). Di tempat SNI ditemukan meninggal dunia, pemilik pekarangan sedang melakukan aktivitas penebangan pohon genitri dengan menyewa jasa empat orang penebang pohon.

Baca juga: Asyik Bermain di Pinggir Sungai, Anak-anak di Blitar Malah Temukan Mayat

"Di lokasi ada empat orang yang menebang pohon," terang Wahyudi. Setelah melakukan beberapa kali tebang, para pekerja beristirahat sekitar setengah jam. Saat hendak kembali memulai pekerjaan, para pekerja melihat sesosok tubuh tertelungkup.



Baca juga: Mayat Karyawati Hotel yang Wajahnya Tertutup Bantal Diduga Dirampok Sebelum Dihabisi

"Posisinya di dekat pohon yang selesai ditebang," kata Wahyudi. Korban SNI dikenal sebagai pencari kayu bakar. Yang bersangkutan sering berada di pekarangan untuk mengumpulkan ranting-ranting pohon. Saat menjalankan aktifitas rutinya, diduga ada dahan kayu genitri yang patah dan menimpa kepalanya.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan. Saat ditemukan, SNI dipastikan sudah meninggal dunia. Menurut Wahyudi, petugas juga melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi. Sementara pihak keluarga menerima kematian SNI sebagai musibah. "Jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," pungkas Wahyudi.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top