Begini Rahasia Jakarta Tangani Pandemi Covid-19, Anies: Enggak Pakai Kosmetik

Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:49 WIB
loading...
Begini Rahasia Jakarta...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berupaya membangun sistem managemen yang baik dalam menanggulangi Covid-19 . Anies menyebut penanganan Corona harus menggunakan sistem, bukan pakai kosmetik.

“Hikmahnya besar sekali. Begitu sistem ini dibuat enggak bisa terlihat, kalau difoto sistem enggak bisa difoto, enggak bisa dicitrakan, wong sistem kok. Maka itu, saya sering bilang, menangani Covid-19 itu jangan kosmetik, jangan pakai touch up. Tangani pandemi itu pakai kerja otentik, kelihatan di grafik, virusnya difoto enggak bisa pakai atraksi. Jadi bangun sistem, bangun data yang benar, nanti terlihat penanganannya benar atau tidak,” ujarnya.

Baca juga: Ini 8 Rekomendasi Dokter untuk Pemerintah agar Optimal Tangani Pandemi Covid-19

Anies menyebut sebanyak 332 puskesmas di Jakarta saling berkoordinasi untuk membagikan kebutuhan dan mengetahui situasi di lapangan.

“Ketika sistem dibangun untuk rapid test, APD, distribusi penanganan Covid sehingga 332 Puskesmas di Jakarta terkoordinasi untuk membagikan kebutuhan dan situasi di lapangan,” bebernya.

Anies mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan sistem penanganan Corona sejak awal pandemi. “Begitu dideklarasikan pandemi ini panjang, maka kita harus buat sistem yang rapih, managemen yang benar untuk penanganan, karena ini bukan sesuatu yang selesai minggu depan, bulan depan,” tegas Anies.

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi, Anies Kerahkan Tim Dasawisma ke Rumah-rumah Warga

“Di Jakarta ini program vaksinasi itu ada angkanya, nanti saya laporkan, tapi organisasinya berdiri sejak tahun lalu. Ketika pandemi datang kami memseriusi membangun sistem, karena akan ada durasi yang panjang, begitu pada Maret wabah ini ditetapkan pandemi,” sambungnya.

Anies juga menuturkan bahwa Pemprov DKI saat ini terus menggenjot kecepatan vaksinasi Corona. Vaksinasi dikejar hingga tingkat rukun tetangga (RT).

“Jadi kami beroperasi dengan 60.000 vaksin per hari, lalu digenjot jadi 100.000, lalu dinaikan 200.000 vaksinasi. Gimana caranya 1 kelurahan harus vaksin 1.000 orang, RW harus 100 orang, 1 RT 10 harus orang. Tercapailah angka 200.000 lebih per hari," tukasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
Rekomendasi
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Berita Terkini
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Polri Tetapkan 287 WNA...
Polri Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Markas Judi Online Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved