Kadinkes Sebut DKI Sudah Terima 120.000 Dosis Vaksin Moderna
Kamis, 19 Agustus 2021 - 03:22 WIB
loading...
Kadinkes DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan, bahwa Pemprov DKI sudah memperoleh 120.000 vaksin Moderna dan sudah didistribusikan ke 35 rumah sakit. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan, bahwa Pemprov DKI sudah memperoleh 120.000 vaksin moderna . Ia mengatakan ratusan ribu dosis vaksin tersebut sudah didistribusikan ke 35 rumah sakit untuk melayani suntik vaksin moderna bagi warga.
Baca juga: Pemprov DKI Siap Suntikkan Vaksin Moderna kepada 100.030 Orang Masyarakat Umum
"Total yang diterima oleh DKI Jakarta adalah untuk sekitar 120.000 orang," ucap Widyastuti kepada wartawan, (18/8/2021).
"Kita sudah bagikan ke 35 rumah sakit sesuai dengan kuota dan tentu kita prioritaskan yang kebetulan mempunyai pelayanan pelayanan pasien autoimun itu yang menjadi salah satu pilihan kita," tambahnya.
Baca juga: Selain Nakes, Ini Kriteria Masyarakat Umum yang Dapat Vaksin COVID-19 Moderna
Widyastuti mengatakan, 35 rumah sakit tersebut ditunjuk karena melayani pasien dengan penyakit autoimun. Sebab, vaksin moderna diperuntukkan bagi warga yang belum pernah divaksin serta warga yang tak bisa disuntik dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca karena alasan kesehatan.
"Selain autoimun juga pasien dengan imnunocompromised karena sakit tertentu atau menerima pengobatan jangka panjang, sehingga kekuatan atau kemampuan untuk menghasilkan antibodinya relatif lebih rendah itu juga jadi tujuan," sambungnya.
Widyastuti menyebutkan, vaksin Moderna harus segera disuntikkan karena memiliki masa kedaluwarsa yang lebih cepat dari vaksin Corona jenis lain. Maka dari itu, pendistribusian vaksin Moderna akan dilakukan berdasarkan daftar yang diberikan rumah sakit.
"Kalau Sinovac dan AstraZeneca itu di suhu 2-8 derajat Celsius sesuai masa kedaluwarsa. Kalau Moderna meskipun masa kedaluwarsa November, itu kalau disimpan harus min 15-12 derajat Celsius," ucapnya.
"Kalau sudah dikeluarkan di suhu 2-8 derajat Celsius, itu hanya tahan sebulan. Artinya harus betul-betul berhitung berstrategi antara jumlah sasaran dan masa kedaluwarsa," terangnya.
Perlu diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerbitkan surat edaran mengatur vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Moderna.
"Vaksin Covid-19 Moderna diberikan kepada masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan 2," demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, pada Jumat (16/8/2021).
Vaksin Moderna diberikan sebanyak dua dosis dengan interval atau jarak 28 hari. Selain itu, vaksin ini diperuntukkan bagi warga yang memiliki riwayat alergi dan tidak bisa menggunakan vaksin AstraZeneca maupun Sinovac berdasarkan surat keterangan dari dokter.
Persyaratan selanjutnya, yaitu vaksin Moderna di peruntukkan bagi warga ber-KTP DKI. Bagi yang berdomisili di Jakarta wajib menyertai surat domisili yang minimal dikeluarkan dari RT setempat.
Baca juga: Pemprov DKI Siap Suntikkan Vaksin Moderna kepada 100.030 Orang Masyarakat Umum
"Total yang diterima oleh DKI Jakarta adalah untuk sekitar 120.000 orang," ucap Widyastuti kepada wartawan, (18/8/2021).
"Kita sudah bagikan ke 35 rumah sakit sesuai dengan kuota dan tentu kita prioritaskan yang kebetulan mempunyai pelayanan pelayanan pasien autoimun itu yang menjadi salah satu pilihan kita," tambahnya.
Baca juga: Selain Nakes, Ini Kriteria Masyarakat Umum yang Dapat Vaksin COVID-19 Moderna
Widyastuti mengatakan, 35 rumah sakit tersebut ditunjuk karena melayani pasien dengan penyakit autoimun. Sebab, vaksin moderna diperuntukkan bagi warga yang belum pernah divaksin serta warga yang tak bisa disuntik dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca karena alasan kesehatan.
"Selain autoimun juga pasien dengan imnunocompromised karena sakit tertentu atau menerima pengobatan jangka panjang, sehingga kekuatan atau kemampuan untuk menghasilkan antibodinya relatif lebih rendah itu juga jadi tujuan," sambungnya.
Widyastuti menyebutkan, vaksin Moderna harus segera disuntikkan karena memiliki masa kedaluwarsa yang lebih cepat dari vaksin Corona jenis lain. Maka dari itu, pendistribusian vaksin Moderna akan dilakukan berdasarkan daftar yang diberikan rumah sakit.
"Kalau Sinovac dan AstraZeneca itu di suhu 2-8 derajat Celsius sesuai masa kedaluwarsa. Kalau Moderna meskipun masa kedaluwarsa November, itu kalau disimpan harus min 15-12 derajat Celsius," ucapnya.
"Kalau sudah dikeluarkan di suhu 2-8 derajat Celsius, itu hanya tahan sebulan. Artinya harus betul-betul berhitung berstrategi antara jumlah sasaran dan masa kedaluwarsa," terangnya.
Perlu diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerbitkan surat edaran mengatur vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Moderna.
"Vaksin Covid-19 Moderna diberikan kepada masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan 2," demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, pada Jumat (16/8/2021).
Vaksin Moderna diberikan sebanyak dua dosis dengan interval atau jarak 28 hari. Selain itu, vaksin ini diperuntukkan bagi warga yang memiliki riwayat alergi dan tidak bisa menggunakan vaksin AstraZeneca maupun Sinovac berdasarkan surat keterangan dari dokter.
Persyaratan selanjutnya, yaitu vaksin Moderna di peruntukkan bagi warga ber-KTP DKI. Bagi yang berdomisili di Jakarta wajib menyertai surat domisili yang minimal dikeluarkan dari RT setempat.
(maf)
Lihat Juga :