Kronologis Pembunuhan PRT yang Berprofesi PSK Online oleh Pacarnya di Cakung

Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:52 WIB
loading...
Kronologis Pembunuhan...
M, korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timurr. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menetapkan pacar dari M (17), sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang jenazahnya ditemukan di Cakung, Jakarta Timur. Jenazah korban yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan juga PSK online, sebelumnya ditemukan tewas terbungkus kardus.

Baca juga: PRT PSK Online di Cakung Dibunuh Pacarnya, Pura-pura Booking Korban melalui Order Fiktif

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka berinisial AS merupakan kekasih korban yang juga sama-sama satu kampung, yaitu dari Pemalang, Jawa Tengah.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah adanya penemuan mayat terbungkus kardus oleh petugas SPBU yang saat itu sedang membersihkan Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, lalu diketahui identitas jenazah tersebut berinisial M. Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencurigai seorang pelaku berinisial AS, yang juga berasal dari daerah asal korban.

"Penyidik mendalami dan berhasil mengungkap bahwa memang pelaku pembunuhan ini adalah saudara AS atau pacar korban sendiri," tuturnya.

Adapun kronologis pembunuhan bermula pada 9 Agustus 2021 dimana pelaku melakukan pemesanan boking online (BO) fiktif kepada korban. Setelah melakukan BO fiktif kepada korban, kemudian ketemuan di halte daerah Cakung.

Baca: Mayat Wanita dengan Kepala Dibungkus Plastik dan Tangan Terikat Gegerkan Warga Cakung

Tersangka juga memesan ojek online (Ojol) untuk korban lantaran sudah ada niatan untuk melakukan pembunuhan. "Ketika akan berangkat untuk bertemu dengan order fiktif tersebut, korban ditinggalkan seorang diri dengan ojeknya. Setelah itu pelaku mendatangi korban dan diajak ke tempat sepi," tuturnya.

Lalu, pelaku menganiaya korban dengan memukul di bagian perut dan mencekik leher korban hingga memastikan korban meninggal dunia. Selanjutnya, tersangka menekan hidung korban hingga meninggal dunia.

Tersangka awalnya meninggalkan korban di dalam semak-semak untuk disembunyikan. Setelah itu, pelaku mengambil kardus dan terpal baliho, lalu membungkus korban dengan rapi.

Tersangka selanjutnya memesan mobil pikap dengan alasan untuk mengangkut sampah ke daerah Bekasi, Jawa Barat. "Kepada pemilik mobil tersangka mengaku untuk mengangkat sampah, pengakuannya ke daerah Bekasi di KM 21," katanya.

Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 340 KUHP terkait Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Rekomendasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved