Bupati Maros Janji Perhatikan Nasib Penyuluh Agama
Senin, 09 Agustus 2021 - 18:17 WIB
loading...
Pelatikan puluhan penyuluh agama di Kabupaten Maros, Senin (9/8). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros , Abd Hafid M Talla melantik Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) 2021-2024. Kegiatan itu berlangsung di Baruga B, Senin (9/8).
Pelantikan ini dihadiri langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam , Ketua MUI Kabupaten Maros KH Syamsul Khalik, Ketua Baznas Maros, Andi Said Patombongi.
Baca juga: Jumlah Pernikahan di Kabupaten Maros Menurun
Hafid mengatakan, penyuluh harus memiliki peran yang strategis bagi masyarakat. Menurutnya, penyuluh memiliki tiga fungsi utama.
"Ada tiga fungsi utama penyuluh, yakni membimbing keummatan, menjadi corong pemerintah serta menjadi informan bagi masyarakat luas," jelasnya saat memberikan sambutan.
Dalam pelantikan tersebut Hafid juga turut mengapresiasi kehadiran Bupati Maros . Dia mengaku, baru kali ini kegiatan penyuluhan dihadiri orang nomor satu di kabupaten.
"Baru kali ini ada bupati hadir langsung dalam pelantikan penyuluh. Beliau ini sangat peduli pada kegiatan keagamaan, program beliau akan kita dukung di Kementerian Agama ," katanya.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Area Wajib Vaksin Covid-19
Selain itu Hafid juga mengingatkan para penyuluh yang baru saja dilantik agar selalu melakukan pembinaan keagamaan dan formulasi serta keakraban dengan masyarakat.
"Masyarakat itu butuh kalian (penyuluh). Ketika penyuluh hadir di masyarakat itu dapat menerangi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, peran penyuluh agama di Kabupaten Maros sangat penting. Sebab dapat menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat di Maros.
"Mari sama sama kita dukung program pemerintah, terutama di bidang religius, jangan hanya simbol belakang saja, jualan politik saja, jangan sampe tidak ada bukti," tegas mantan Ketua DPRD Maros itu.
Baca juga:Nakes di Maros Terima Vaksin Dosis Ketiga Pekan Depan
Chaidir pun berjanji di depan penyuluh akan lebih memperhatikan para penyuluh non-ASN. "Ini akan menjadi perhatian kita semua, saya juga akan diskusikan ini bersama Baznas" katanya.
Sekedar diketahui, saat ini di Kabupaten Maros ada sekira 34 penyuluh fungsional, dan 110 penyuluh non-ASN.
Pelantikan ini dihadiri langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam , Ketua MUI Kabupaten Maros KH Syamsul Khalik, Ketua Baznas Maros, Andi Said Patombongi.
Baca juga: Jumlah Pernikahan di Kabupaten Maros Menurun
Hafid mengatakan, penyuluh harus memiliki peran yang strategis bagi masyarakat. Menurutnya, penyuluh memiliki tiga fungsi utama.
"Ada tiga fungsi utama penyuluh, yakni membimbing keummatan, menjadi corong pemerintah serta menjadi informan bagi masyarakat luas," jelasnya saat memberikan sambutan.
Dalam pelantikan tersebut Hafid juga turut mengapresiasi kehadiran Bupati Maros . Dia mengaku, baru kali ini kegiatan penyuluhan dihadiri orang nomor satu di kabupaten.
"Baru kali ini ada bupati hadir langsung dalam pelantikan penyuluh. Beliau ini sangat peduli pada kegiatan keagamaan, program beliau akan kita dukung di Kementerian Agama ," katanya.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Area Wajib Vaksin Covid-19
Selain itu Hafid juga mengingatkan para penyuluh yang baru saja dilantik agar selalu melakukan pembinaan keagamaan dan formulasi serta keakraban dengan masyarakat.
"Masyarakat itu butuh kalian (penyuluh). Ketika penyuluh hadir di masyarakat itu dapat menerangi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, peran penyuluh agama di Kabupaten Maros sangat penting. Sebab dapat menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat di Maros.
"Mari sama sama kita dukung program pemerintah, terutama di bidang religius, jangan hanya simbol belakang saja, jualan politik saja, jangan sampe tidak ada bukti," tegas mantan Ketua DPRD Maros itu.
Baca juga:Nakes di Maros Terima Vaksin Dosis Ketiga Pekan Depan
Chaidir pun berjanji di depan penyuluh akan lebih memperhatikan para penyuluh non-ASN. "Ini akan menjadi perhatian kita semua, saya juga akan diskusikan ini bersama Baznas" katanya.
Sekedar diketahui, saat ini di Kabupaten Maros ada sekira 34 penyuluh fungsional, dan 110 penyuluh non-ASN.
(luq)
Lihat Juga :