BOR dan Positivity di Kota Depok Alami Penurunan

Jum'at, 30 Juli 2021 - 14:28 WIB
loading...
BOR dan Positivity di...
Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Depok berangsur turun.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Depok berangsur turun. Data yang tersaji di ccc-19.depok.go.id pada 29 Juli 2021 terlihat jumlah kapasitas tempat tidur ICU terpakai sebanyak 126 dari total tersedia 136 tempat tidur (91,30%).

Sedangkan tempat tidur untuk isolasi terpakai 744 dari total tersedia 1.084 (68,63%). Untuk tempat tidur karantina OTG terpakai 146 dari total tersedia 343 (51,73%). “Dari 100% BOR karantina pada 3 Juli kini turun jadi 51,73%. Atau turun 48,28%,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok , Dadang Wihana, Jumat (30/7/2021).

Data dari 3 hingga 29 Juli 2021 telah terjadi penurunan BOR total RS sebesar 18,48 persen. Untuk kasus yang dirawat sebanyak 450 pada 3 Juli, dan mengalami penurunan pada 29 Juli dengan total 346.

“Ini ada penurunan 104 kasus yang dirawat. Untuk BOR RS total tempat tidur Covid-19 dari 98,44 persen di 3 Juli turun menjadi 79,965 persen pada 29 Juli. Artinya ada penurunan sebesar 18,48 persen untuk BOR RS total,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat (30/7/2021).

Kapasitas tempat tidur isolasi pada 3 Juli tercatat 1.034 dan pada 29 Juli menjadi 1.084. Kapasitas tempat tidur ICU pada 3 Juli sebanyak 121 dan pada 29 Juli 138. BOR ICU pun mengalami penurunan dari 92,56 persen pada 3 Juli menjadi 91,30 persen pada 29 Juli. “BOR RS di Depok berangsur turun. Ini trend perbaikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk positivity rate juga terjadi penurunan. Dari 36,68% pada 11-18 Juli menjadi 30,45% pada 18-25 Juli. “Saat ini positivity rate kita 30,45%,” katanya. Baca: Vaksinasi Harian di Jakarta Lampaui Target, Wagub Ariza: Jangan Puas Diri, Tetap Jaga Prokes

Untuk angka kasus, Dadang menuturkan, saat ini masih fluktuatif. Pihaknya sedang mengintensifkan peningkatan kapasitas testing, termasuk peningkatan kecepatan verifikasi data kasus. “Untuk testing saat ini ditingkatkan kapasitasnya. Dari target dalam sebulan melalui swab keliling sebanyak 20ribu testing,” tuturnya.

Dadang melanjutkan, untuk angka kesembuhan saat ini mulai meningkat tajam. Hal itu dipengaruhi juga oleh kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. “Ada pengaruh vaksinasi dan peningkatan kesadaran warga khususnya dalam penggunaan masker,” pungkasnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved