PB HMI Siap Berkolaborasi Bersama BNPT Perangi Isu Radikalisme
Rabu, 28 Juli 2021 - 20:50 WIB
loading...
Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Pengurus Besar HMI Akmal Fahmi. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Eksistensi radikalisme memiliki banyak pintu masuk baik secara luring maupun daring, baik dari kalangan orang tua hingga anak muda yang masih produktif, keduanya rentan terpapar virus radikalisme.
Untuk itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai penyebaran paham anti Pancasila tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI ) Akmal Fahmi.
Dia mengatakan, selama pandemi Covid-19 radikalisme masih dianggap sebagai musuh bersama, tentunya hal tersebut menjadi ancaman bagi ketertiban dan keamanan negara apalagi di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Hal tersebut sangat mudah dilakukan bahkan sangat efektif untuk mendoktrin generasi muda dalam mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Baca juga: Yenny Wahid Berharap BNPT Garda Terdepan Ciptakan Ketenangan di Masyarakat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan bahwa para teroris juga menggunakan internet dalam melakukan pendanaan untuk mendukung aksi terorisme. Selama pandemi berlangsung, terjadi kenaikan 101% transaksi keuangan mencurigakan.
Karena itu, Akmal menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan paham radikalisme dan intoleran tentu rakyat Indonesia harus mampu menguatkan kembali ideologi Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
Untuk itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai penyebaran paham anti Pancasila tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI ) Akmal Fahmi.
Dia mengatakan, selama pandemi Covid-19 radikalisme masih dianggap sebagai musuh bersama, tentunya hal tersebut menjadi ancaman bagi ketertiban dan keamanan negara apalagi di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Hal tersebut sangat mudah dilakukan bahkan sangat efektif untuk mendoktrin generasi muda dalam mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Baca juga: Yenny Wahid Berharap BNPT Garda Terdepan Ciptakan Ketenangan di Masyarakat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan bahwa para teroris juga menggunakan internet dalam melakukan pendanaan untuk mendukung aksi terorisme. Selama pandemi berlangsung, terjadi kenaikan 101% transaksi keuangan mencurigakan.
Karena itu, Akmal menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan paham radikalisme dan intoleran tentu rakyat Indonesia harus mampu menguatkan kembali ideologi Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
Lihat Juga :