Bupati Wajo Harap Penyuluh Agama Tangkal Penyebaran Hoaks di Masyarakat
Selasa, 27 Juli 2021 - 20:23 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud saat berbicara dalam acara pelatihan moderasi beragama yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Wajo, Selasa (27/7/2021). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Bupati Wajo , Amran Mahmud berharap penyuluh agama di Kabupaten Wajo bisa mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
Harapan itu disampaikan Amran saat memberi sambutan di pelatihan moderasi beragama yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Wajo, Selasa (27/7/2021).
Baca juga:Penyuluh Pertanian Dominasi Pendaftar CPNS dan PPPK di Wajo
"Saya harapkan juga penyuluh agama menjadi corong pemerintah dalam menyampaikan kebenaran kepada masyarakat. Saya juga berharap agar membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menyikapi informasi yang diterima," ujarnya.
Mantan Wakil Bupati Wajo periode 2009-2014 itu berpendapat, saat ini perkembangan dan peredaran informasi cukup pesat. Sehingga hoaks yang disebar oknum tidak bertanggung jawab dengan mudah diakses masyarakat.
"Di media sosial, hampir semua jenis informasi bisa kita dapatkan. Inilah pentingnya edukasi kepada masyarakat bagaimana memilah dan memilih informasi agar tidak menyesatkan masyarakat," bebernya.
Baca juga:Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Wajo Mulai Menipis
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan 25 program Pemkab Wajo, salah-satunya adalah Gerakan Masjid Cantik (Gemantik).
Amran mengaku sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait program Gemantik. Di dalamnya ada dua yang menjadi prioritas, yakni standardisasi secara fisik untuk tempat layak ibadah sekaligus tempat pengembangan umat. Kedua, bagaimana memakmurkan masjid. Bukan saja tempat untuk ibadah, tetapi ada pendidikan agama untuk anak-anak.
"Melalui program Gemantik ini, sejak 2019 kami menyerukan masjid yang memiliki kemampuan untuk punya tahfiz Alquran. Alhamdulillah hampir setiap kecamatan sudah ada tahfiz Alquran. Berdasarkan data Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat), anak yang sementara menghafal Alquran sudah 1.700 orang," ungkapnya.
Baca juga:Amran Mahmud Pastikan Jalan Rusak di Kabupaten Wajo Segera Diperbaiki
Olehnya itu, Amran meminta kepada para peserta pelatihan moderasi beragama untuk bersama-sama mengawal dalam rangka mewujudkan program Gemantik demi menciptakan generasi qurani.
“Kalau hadir penyuluh agama untuk mengawal program Gemantik setiap kecamatan dan desa, saya yakin akan mencetak generasi yang lebih baik lagi," tandasnya.
Harapan itu disampaikan Amran saat memberi sambutan di pelatihan moderasi beragama yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Wajo, Selasa (27/7/2021).
Baca juga:Penyuluh Pertanian Dominasi Pendaftar CPNS dan PPPK di Wajo
"Saya harapkan juga penyuluh agama menjadi corong pemerintah dalam menyampaikan kebenaran kepada masyarakat. Saya juga berharap agar membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menyikapi informasi yang diterima," ujarnya.
Mantan Wakil Bupati Wajo periode 2009-2014 itu berpendapat, saat ini perkembangan dan peredaran informasi cukup pesat. Sehingga hoaks yang disebar oknum tidak bertanggung jawab dengan mudah diakses masyarakat.
"Di media sosial, hampir semua jenis informasi bisa kita dapatkan. Inilah pentingnya edukasi kepada masyarakat bagaimana memilah dan memilih informasi agar tidak menyesatkan masyarakat," bebernya.
Baca juga:Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Wajo Mulai Menipis
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan 25 program Pemkab Wajo, salah-satunya adalah Gerakan Masjid Cantik (Gemantik).
Amran mengaku sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait program Gemantik. Di dalamnya ada dua yang menjadi prioritas, yakni standardisasi secara fisik untuk tempat layak ibadah sekaligus tempat pengembangan umat. Kedua, bagaimana memakmurkan masjid. Bukan saja tempat untuk ibadah, tetapi ada pendidikan agama untuk anak-anak.
"Melalui program Gemantik ini, sejak 2019 kami menyerukan masjid yang memiliki kemampuan untuk punya tahfiz Alquran. Alhamdulillah hampir setiap kecamatan sudah ada tahfiz Alquran. Berdasarkan data Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat), anak yang sementara menghafal Alquran sudah 1.700 orang," ungkapnya.
Baca juga:Amran Mahmud Pastikan Jalan Rusak di Kabupaten Wajo Segera Diperbaiki
Olehnya itu, Amran meminta kepada para peserta pelatihan moderasi beragama untuk bersama-sama mengawal dalam rangka mewujudkan program Gemantik demi menciptakan generasi qurani.
“Kalau hadir penyuluh agama untuk mengawal program Gemantik setiap kecamatan dan desa, saya yakin akan mencetak generasi yang lebih baik lagi," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :