Proyek Strategis di Jakarta, JIS Karya Monumental Insinyur Indonesia
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:09 WIB
loading...
Aerial pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang memasuki tahap pemasangan rangka atap di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Ilustrasi/ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
A
A
A
JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) dan Forum Insinyur Muda- Persatuan Insinyur Indonesia (FIM-PII) mengadakan webinar yang membahas teknologi lifting atap 3.900 ton proyek Jakarta International Stadium (JIS). Webinar ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian kolaborasi antara Jakpro dan FIM-PII dalam mewujudkan sosialisasi dan publikasi pembangunan konstruksi JIS.
Direktur Proyek JIS Iwan Takwin mengatakan, pembangunan JIS merupakan amanah Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro untuk membangun dan mengelola kawasan olahraga terpadu JIS yang diperuntukkan untuk ruang publik. Pembangunan JIS dimulai sejak 2019, namun seiring berjalan waktu banyak tantangan yang dihadapi mulai dari target penyelesaian yang ketat hingga kemunculan pandemi di kuartal pertama tahun lalu. Meski demikian, berbagai tantangan ini memacu Jakpro bersama KSO pelaksana proyek maupun stakeholders lainnya untuk terus berinovasi, improvisasi, dan kolaborasi agar pembangunan JIS dapat terlaksana dan tuntas sesuai target.
“Jadi teman-teman di lapangan seperti konsultan, kontraktor terus berkolaborasi mencari jalan keluar dari tantangan ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Soal Topping Off Stadion JIS, Anies Baswedan: Membanggakan dan Monumental!
Terlebih lagi, Iwan menambahkan, pembangunan JIS merupakan proyek strategis di Jakarta bahkan Indonesia. Itu sebabnya, strategi pelaksanaan pembangunannya pun harus dengan terobosan strategi yang besar. Misalnya saja, selama pembangunan JIS, Jakpro memanfaatkan digitalisasi. Hal ini merupakan inovasi Jakpro untuk lebih efektif, efisien dan transparan di setiap proyek yang dikerjakan termasuk soal pemantauan real time hingga sistem Building Information Modeling (BIM).
Selain itu, pembangunan JIS pun mencetak sejarah bagi dunia kontruksi maupun infrastruktur di Indonesia. Sebab, dirancang dan dibangunnya rangka atap baja dengan berat 3.900 ton dan bentang terbesar di Asia bahkan dunia, dirakit di bawah dan diangkat secara bersamaan untuk menjadi atap JIS.
Direktur Proyek JIS Iwan Takwin mengatakan, pembangunan JIS merupakan amanah Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro untuk membangun dan mengelola kawasan olahraga terpadu JIS yang diperuntukkan untuk ruang publik. Pembangunan JIS dimulai sejak 2019, namun seiring berjalan waktu banyak tantangan yang dihadapi mulai dari target penyelesaian yang ketat hingga kemunculan pandemi di kuartal pertama tahun lalu. Meski demikian, berbagai tantangan ini memacu Jakpro bersama KSO pelaksana proyek maupun stakeholders lainnya untuk terus berinovasi, improvisasi, dan kolaborasi agar pembangunan JIS dapat terlaksana dan tuntas sesuai target.
“Jadi teman-teman di lapangan seperti konsultan, kontraktor terus berkolaborasi mencari jalan keluar dari tantangan ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Soal Topping Off Stadion JIS, Anies Baswedan: Membanggakan dan Monumental!
Terlebih lagi, Iwan menambahkan, pembangunan JIS merupakan proyek strategis di Jakarta bahkan Indonesia. Itu sebabnya, strategi pelaksanaan pembangunannya pun harus dengan terobosan strategi yang besar. Misalnya saja, selama pembangunan JIS, Jakpro memanfaatkan digitalisasi. Hal ini merupakan inovasi Jakpro untuk lebih efektif, efisien dan transparan di setiap proyek yang dikerjakan termasuk soal pemantauan real time hingga sistem Building Information Modeling (BIM).
Selain itu, pembangunan JIS pun mencetak sejarah bagi dunia kontruksi maupun infrastruktur di Indonesia. Sebab, dirancang dan dibangunnya rangka atap baja dengan berat 3.900 ton dan bentang terbesar di Asia bahkan dunia, dirakit di bawah dan diangkat secara bersamaan untuk menjadi atap JIS.
Lihat Juga :