Kasus Pencabulan Bocah di Tambora, Polisi: Segera Kita Lakukan Penangkapan

Kamis, 15 Juli 2021 - 14:52 WIB
loading...
Kasus Pencabulan Bocah...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat tengah menyelidiki kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan seorang bapak kepada anak tirinya berinisial STA (15) di Tambora.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satresrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Reliana Sitompul mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Ayah Kandung Korban Rohmansyah (42), Kamis (15/7/2021). Saat ini, pihaknya tengah memproses laporan itu.

"Kita akan melakukan penyelidikan dulu. Kita akan panggil saksi-saksinya dulu, periksa saksi-saksi setelah itu peristiwa kita gelarkan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Terpidana Pencabulan Anak Laki-laki Diduga Gunakan HP Dalam Sel, Kuasa Hukum Korban Geram

Reliana menjelaskan, korban tengah dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPA) di Pulo Gadung, Jakarta Timur, untuk dilakukan pendampingan dan pemulihan psikis."Segera akan kita lakukan penangkapan terhadap pelaku," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang bocah berinisial STA (15) diduga menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan oleh ayah tirinya berinisial AS (49) di Tambora, Jakarta Barat. Sang anak mengalami trauma tak berkesudahan.

Ayah kandung korban, Rohmansyah (42) menceritakan, sang anak mulanya tinggal bersama mantan istri dan ayah tirinya di Tambora, Jakarta Barat. Kemudian pada saat anaknya menginjak kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2018, AS mulai melakukan aksi pencabulan kepada anaknya.

"Jadi pertama kali diperkosa sekitar 13 tahun, kelas 1 (VII) SMP," ujar Rohman kepada wartawan, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Aktivis Perempuan Dianiaya dan Diintimidasi, Diduga Imbas Kasus Pencabulan Putra Kiai di Jombang

Selanjutnya, sang anak diminta AS untuk tutup mulut dan mengancam bila memberitahu perbuatan kejinya itu kepada siapapun. Aksi pencabulan itu, lanjut Rohman, berlangsung lama hingga anaknya mengalami trauma.

"Dia (sang anak) takut karena waktu pertama itu diancam sama ayah tirinya kalau sampai dia ngomong nanti ibunya sakit. Ancamannya seperti itu kata anak saya," paparnya.

Rohman mengatakan, ia mengetahui aksi pencabulan AS kepada anaknya setelah sang anak bercerita kepada istrinya atau ibu tirinya. Mendengar cerita itu, ia mengaku emosi dan langsung melaporkan kejadian itu ke kantor Unit reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

"Saya udah ga bisa mikir, emosilah, terus istri saya bilang jangan ambil tindakan sendiri dulu, kita lapor polisi," ujarnya.

Akibat kejadian itu, sang anak mengalami depresi dan untuk sementara tinggal bersama Rohman dan istrinya di daerah Ciledug, Tangerang.

"Sekarang udah sekolah online di SMK. Masih (kurang fokus belajar) sih kadang, tapi kalau dia bengong sendiri di kamar gitu nangis kadang," pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
TIDAR Desak Pembenahan...
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Buntut Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta
Kekerasan Daycare Yogyakarta...
Kekerasan Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Pemerintah di Lembaga Penitipan Anak
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved