Kasus Covid-19 Meningkat, Suardi Saleh Minta RSUD Barru Siapkan Fasilitas
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:51 WIB
loading...
Bupati Barru, Suardi Saleh memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19, Selasa 14 Juli. Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
BARRU - Bupati Barru, Suardi Saleh menggelar rapat mendadak merespons kasus Covid-19 yang meningkat dalam beberapa hari terakhir, Selasa 13 Juli malam. Rapat dilakukan di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Barru di Baruga Bola Soba'E, Jalan Sultan Hasanuddin.
Dari data yang disampaikan Suardi , hingga kemarin sudah ada 90 kasus baru Covid-19. Kondisi ini membuat Barru yang sebelumnya zona hijau penyebaran Covid-19, kini menjadi zona oranye.
Baca juga:Indonesia Masuk 24 Negara dengan Lonjakan Kasus Covid-19 Tertinggi
"Ini harus segera diantisipasi karena angka Covid-19 semakin menanjak, untuk itu Pemerintah Kabupaten Barru melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk terus mengambil langkah strategis guna memutus penyebaran Covid-19. Tidak ada kata lelah untuk terus mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan ," tegas Bupati .
Bupati juga meminta Dirut RSUD Barru untuk memastikan kesiapan pihak rumah sakit, termasuk tempat isolasi dan obat-obatan juga kesiapan lainnya bagi pasien Covid-19 .
Baca juga:Sempat Tertunda, Bupati Bulukumba Akhirnya Terima Vaksin Covid-19
"Untuk kasus pasien yang ingin pulang paksa, baik yang ada di rumah sakit, Bola Sobae dan Bola Pitue, kita punya tim gabungan di dalamnya. Ada dari TNI, Polri dan Satpol PP, yang akan bertugas melakukan pemantauan. Hal ini penting kita lakukan untuk keselamatan kita bersama, dan agar semua pasien yang dirawat tetap bersabar sampai dipastikan sembuh," sambung Suardi .
Bupati Barru juga menegaskan perlunya kesiapan obatan-obatan dan tenaga kesehatan, begitupun vaksin Covid-19. Sebab, animo semangat masyarakat melaksanakan vaksinasi cukup tinggi.
Baca juga:Vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 Tahun di Sulsel Dikebut
Dia juga menetapkan Bola Soba'E sebagai Pusat Pelayanan Vaksinasi. Hal ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan. Selain itu, Bupati juga meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk membuka call center bagi masyarakat atau pasien yang ingin konsultasi dengan dokter soal Covid-19.
"Saya minta para Kepala Puskesmas untuk tetap mengaktifkan handphonenya 24 jam dan menyiapkan kamar isolasi mandiri di wilayahnya dengan berkordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk desa/kelurahan," harap Suardi .
Dari data yang disampaikan Suardi , hingga kemarin sudah ada 90 kasus baru Covid-19. Kondisi ini membuat Barru yang sebelumnya zona hijau penyebaran Covid-19, kini menjadi zona oranye.
Baca juga:Indonesia Masuk 24 Negara dengan Lonjakan Kasus Covid-19 Tertinggi
"Ini harus segera diantisipasi karena angka Covid-19 semakin menanjak, untuk itu Pemerintah Kabupaten Barru melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk terus mengambil langkah strategis guna memutus penyebaran Covid-19. Tidak ada kata lelah untuk terus mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan ," tegas Bupati .
Bupati juga meminta Dirut RSUD Barru untuk memastikan kesiapan pihak rumah sakit, termasuk tempat isolasi dan obat-obatan juga kesiapan lainnya bagi pasien Covid-19 .
Baca juga:Sempat Tertunda, Bupati Bulukumba Akhirnya Terima Vaksin Covid-19
"Untuk kasus pasien yang ingin pulang paksa, baik yang ada di rumah sakit, Bola Sobae dan Bola Pitue, kita punya tim gabungan di dalamnya. Ada dari TNI, Polri dan Satpol PP, yang akan bertugas melakukan pemantauan. Hal ini penting kita lakukan untuk keselamatan kita bersama, dan agar semua pasien yang dirawat tetap bersabar sampai dipastikan sembuh," sambung Suardi .
Bupati Barru juga menegaskan perlunya kesiapan obatan-obatan dan tenaga kesehatan, begitupun vaksin Covid-19. Sebab, animo semangat masyarakat melaksanakan vaksinasi cukup tinggi.
Baca juga:Vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 Tahun di Sulsel Dikebut
Dia juga menetapkan Bola Soba'E sebagai Pusat Pelayanan Vaksinasi. Hal ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan. Selain itu, Bupati juga meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk membuka call center bagi masyarakat atau pasien yang ingin konsultasi dengan dokter soal Covid-19.
"Saya minta para Kepala Puskesmas untuk tetap mengaktifkan handphonenya 24 jam dan menyiapkan kamar isolasi mandiri di wilayahnya dengan berkordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk desa/kelurahan," harap Suardi .
(luq)
Lihat Juga :