Sepekan PPKM Darurat di Jakarta, Mobilitas Masyarakat Menurun Drastis
Senin, 12 Juli 2021 - 17:05 WIB
loading...
Sepekan kebijakan PPKM Darurat di Jakarta dinilai berjalan baik dalam pelaksanaan di lapangan. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyampaikan hasil evaluasi kebijakan PPKM Darurat yang sudah sepekan diterapkan di Jakarta. Kebijakan itu dinilai baik dalam pelaksanaan di lapangan.
"Ya alhamdulillah, tidak terasa kita sudah sepekan melaksanakan PPKM Darurat. Sejauh ini baik sekali pelaksanaan di lapangan ya. Pertama kebijakan penutupan berlangsung baik dan dipatuhi oleh unit usaha, sekalipun masih ada perusahaan yang nakal atau bandel yang diam-diam mencoba bekerja di kantor sekalipun dalam kapasitas kecil," ujar Ariza di Balai Kota, Senin (12/6/2021).
Baca juga: 60% Warga Divaksin Syarat Pemkab Bogor Perlonggar PPKM dan Tarik Polisi dari Jalanan
Namun demikian, pihaknya tetap memberikan sanksi, denda dan juga penutupan sementara, bahkan mencabut izin bagi perkantoran yang membandel.
"Yang kedua, mobilitas masyarakat menurun, jauh sekali. Karena memang ditutup tempat-tempat, jalur keluar masuk Jakarta. Kemudian, adanya penyekatan. Apalagi kita memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), itu yang sangat efektif. Apalagi mulai diberlakukan di KRL, MRT, bahkan Transjakarta," tegasnya.
"Ya alhamdulillah, tidak terasa kita sudah sepekan melaksanakan PPKM Darurat. Sejauh ini baik sekali pelaksanaan di lapangan ya. Pertama kebijakan penutupan berlangsung baik dan dipatuhi oleh unit usaha, sekalipun masih ada perusahaan yang nakal atau bandel yang diam-diam mencoba bekerja di kantor sekalipun dalam kapasitas kecil," ujar Ariza di Balai Kota, Senin (12/6/2021).
Baca juga: 60% Warga Divaksin Syarat Pemkab Bogor Perlonggar PPKM dan Tarik Polisi dari Jalanan
Namun demikian, pihaknya tetap memberikan sanksi, denda dan juga penutupan sementara, bahkan mencabut izin bagi perkantoran yang membandel.
"Yang kedua, mobilitas masyarakat menurun, jauh sekali. Karena memang ditutup tempat-tempat, jalur keluar masuk Jakarta. Kemudian, adanya penyekatan. Apalagi kita memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), itu yang sangat efektif. Apalagi mulai diberlakukan di KRL, MRT, bahkan Transjakarta," tegasnya.
Lihat Juga :