Ini Tanggapan Wagub DKI Jakarta soal Vaksin Berbayar

Minggu, 11 Juli 2021 - 16:11 WIB
loading...
Ini Tanggapan Wagub...
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, sejauh ini masyarakat masih memilih vaksin gratis yang diberikan oleh pemerintah. MPI/Widya Michella
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyediakan vaksinasi gotong royong individu melalui PT Kimia Farma guna memberikan pilihan bagi masyarakat yang hendak melakukan vaksinasi sendiri. Vaksin ini berbayar dan biaya untuk dua kali vaksin mencapai Rp879.140.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, sejauh ini masyarakat masih memilih vaksin gratis yang diberikan oleh pemerintah. Mereka pun cukup membawa KTP atau surat domisili untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi gratis. (Baca juga; Wagub Ariza Klaim Vaksinasi di DKI Sudah Lampaui Target Jokowi )

"Ya itu nanti jadi kebijakan pemerintah pusat. Sejauh ini masyarakat bisa mendapat vaksin secara gratis, tidak perlu bayar datangi ajukan Melalui aplikasi JAKI gratis tidak perlu berbayar," papar Wagub Riza Patria, saat meninjau langsung vaksinasi di Jakarta Islamic Center, Minggu (11/07/2021).

Pada kesempatan yang sama, dia turut mengapresiasi kolaborasi Jakarta Utara Rumah Kita (JURK), PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) dan Pemkot Jakut yang berhasil melakukan vaksinasi kurang lebih 12.000 orang selama lima hari pada (07 Juli-11 Juli 2021). (Baca juga; Tinjau Vaksinasi di Duren Sawit, Wagub DKI Imbau Perusahaan Tak Beroperasi Selama PPKM Darurat )

"Alhamdulillah diadakan Vaksinasi di islamic center Jakarta selama 5 hari. Setiap harinya kurang lebih 500-1.000 yang divaksin, itu membantu kita percepatan vaksin yang ditargetkan oleh pemerintah setidaknya diakhir Agustus bisa 7,5 juta dan kami akan selesaikan sebanyak 8.5 juta tidak sampai akhir tahun,"papar Wagub.

Dia mengatakan jika vaksin harus disegerakan. Oleh karena, usia 12-17 tahun sudah diperbolehkan melakukan vaksinasi. "Sudah seminggu kita memasuki vaksin, anak umur 12-17 tahun sudah dimungkinkan untuk dilakukan vaksinasi,"urainya.

Terakhir ia meminta agar masyarakat terus menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) walaupun sebagian besar telah melakukan vaksinasi. "Vaksinasi penting tetapi pelaksanaan prokes tidak boleh diabaikan harus ditingkatkan, disiplinkan, dan diketatkan,"imbuhnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sindiran Anies Baswedan...
Sindiran Anies Baswedan soal Kabinet Direspons Riza Patria
Jejak Pendidikan Wamendes...
Jejak Pendidikan Wamendes Ariza Patria yang Rangkap Jabatan sebagai Komisaris Telkomsel
Kekayaan Riza Patria,...
Kekayaan Riza Patria, Wamendes PDT yang Merangkap Komisaris Telkomsel
Rekomendasi
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved