PMI Tangerang: Setiap Hari Rata-rata 8 Warga yang Isoman di Rumah Meninggal Dunia
Kamis, 08 Juli 2021 - 16:31 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
TANGERANG - Penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang , terus naik. Tercatat, sebanyak 13.936 orang telah konfirmasi positif Covid-19.
Seiring dengan itu, angka kematian juga mengalami kenaikan. Jika dihitung per hari, warga yang meninggal rata-rata mencapai 8 orang. Warga yang meninggal banyak yang sedang isolasi mandiri.
Kepala PMI Kabupaten Tangerang Suranto mengatakan, hingga saat ini terdapat sekitar 319 orang yang meninggal akibat terpapar Covid-19.
Baca juga: Puluhan Warga Terpapar Covid-19 di Bekasi Meninggal saat Menjalani Isolasi Mandiri
"Paling sedikit ada 8 orang per hari yang kita angkut jenazah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah," ujarnya, Kamis (8/7/2021).
Lebih lanjut, Suranto mengatakan pihaknya mulai mengalami kendala karena kekurangan personel di lapangan. Banyaknya warga yang minta penanganan dalam waktu bersamaan, membuat PMI kewalahan.
Tidak hanya terkendala personel yang terbatas, dalam penanganan pasien Covid-19 yang meninggal, pihaknya juga dihadapkan persoalan habisnya peti mati untuk mengangkut jenazah pasien.
Seiring dengan itu, angka kematian juga mengalami kenaikan. Jika dihitung per hari, warga yang meninggal rata-rata mencapai 8 orang. Warga yang meninggal banyak yang sedang isolasi mandiri.
Kepala PMI Kabupaten Tangerang Suranto mengatakan, hingga saat ini terdapat sekitar 319 orang yang meninggal akibat terpapar Covid-19.
Baca juga: Puluhan Warga Terpapar Covid-19 di Bekasi Meninggal saat Menjalani Isolasi Mandiri
"Paling sedikit ada 8 orang per hari yang kita angkut jenazah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah," ujarnya, Kamis (8/7/2021).
Lebih lanjut, Suranto mengatakan pihaknya mulai mengalami kendala karena kekurangan personel di lapangan. Banyaknya warga yang minta penanganan dalam waktu bersamaan, membuat PMI kewalahan.
Tidak hanya terkendala personel yang terbatas, dalam penanganan pasien Covid-19 yang meninggal, pihaknya juga dihadapkan persoalan habisnya peti mati untuk mengangkut jenazah pasien.
Lihat Juga :