Belasan Orang Positif COVID-19, Warga Gang Swabakti Pondok Aren Minta Lockdown

Jum'at, 25 Juni 2021 - 17:09 WIB
loading...
Belasan Orang Positif...
Setelah diketahui belasan orang diketahui positif COVID-19, warga Gang Swabakti, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), minta dilakukan lockdown lingkungan. SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG - Setelah diketahui belasan orang diketahui positif COVID-19 , warga Gang Swabakti, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), minta dilakukan lockdown lingkungan.

Rata-rata, warga di lingkungan RT01/11, ini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Meski demikian, aktivitas di lingkungan padat penduduk ini berlangsung normal seperti biasa. (Baca juga; Soal Lockdown, Sujiwo Tejo: Rakyat Bisa Biayai Pemimpin, Kenapa Pemimpin Tak Bisa Biayai Rakyat? )

Eka, warga sekitar mengatakan, mulai dari depan hingga belakang gang, ada warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah karena terpapar COVID-19. "Hampir di sepanjang Gang Swabakti ada yang terkena COVID-19. Harusnya ini sudah lockdown dari kemarin," katanya, Jumat (25/6/2021) sore.

Eka menambahkan, warga yang terpapar mulai dari Blok B1 satu keluarga, terdiri dari dua orang, ibu dan anak. Lalu di Blok C2, satu keluarga terdiri dari lima orang, dan Blok C3 terdiri dari kepala keluarga. "Di Blok D2/D1 juga informasinya ada dua kepala keluarga yang terkena. Semuanya isolasi mandiri," ungkapnya.

Puji, warga lainnya mengatakan, di Gang Swabakti ini harusnya sudah di lockdown karena banyak warga yang terpapar COVID-19. Usulan lockdown itu pun sudah disampaikan kepada ketua lingkungan. (Baca juga; Tak Pilih Lockdown, Jokowi: PPKM Mikro Tak Matikan Ekonomi Rakyat )

"Tapi katanya Pak RT juga bilangnya mau dilockdown. Warga juga setuju lockdown sementara karena Gang Swabakti ini kerap dijadikan lantas pintas," paparnya.

Apalagi, hampir 24 jam Gang Swabakti dilintasi kendaraan. Dikhawatirkan, akan membuat penularan COVID-19 di lingkungan tersebut semakin massif dan tidak terkendali hingga ke luar wilayah.

"Bukan cuma dilockdown. Harusnya di lingkungan sini juga ada swab Antigen massal. Jadi warga yang reaktif juga bisa terdeteksi. Saya yakin, banyak warga yang kena," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
Pra SPMB Kota Tangerang...
Pra SPMB Kota Tangerang 2026 Dimulai Hari Ini, Cek Cara Daftar dan Syaratnya
Syuting Film Extraction:...
Syuting Film Extraction: Tygo, Jalan K.S Tubun Karawaci Ditutup hingga 31 Januari
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved