Kapolda dan Bupati Gowa Sukseskan Penanaman 1.000 Pohon di Tombolopao
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:01 WIB
loading...
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di lokasi penanaman pohon. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Kapolda Sulsel , Irjen Pol Merdisyam bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, melakukan penanaman pohon di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Jumat (25/6). Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-75.
Kapolda menyampaikan, ada sebanyak 1.000 bibit berbagai jenis pohon yang ditanam. Seperti bibit pohon ebony, cemara, alpukat hingga pete.
Baca juga:KPU Gowa Bentuk 3 Desa/Kelurahan Peduli Pemilu
Selain memperingari hari Bahayangkara, penanaman pohon ini kata Kapolda sekaligus sebagai kontribusi Polri dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, alam merupakan bagian penting dalam hidup manusia.
"Pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang berlangsung di bumi ini. Satu pohon bisa menghasilkan 130 kg oksigen dan menyerap karbon dioksida sebanyak 1 ton," kata Kapolda .
Kapolda melanjutkan, penanaman pohon ini juga sebagai upaya antisipasi terjadinya bencana alam, seperti banjir dan longsor. Sebab, pohon bisa mengatur aliran air dan memproteksi tanah dari ancaman abrasi dan longsor.
Baca juga:Pesantren Wadizzuhur Dapat Bantuan Rp100 Juta dari Pemkab Gowa
"Ketika kita menanam pohon, kita sedang menamakan satu harapan, menanamkan do'a, semuanya untuk kelanjutan dan keberlangsungan hidup generasi yang akan datang," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Adnan mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Polda Sulsel ini. Adnan menilai bahwa penanaman pohon menjadi upaya untuk menjaga dan melestarikan hutan. Ia yakin, kegiatan ini akan berdampak bagi masyarakat Gowa dalam ketersediaan air di masa mendatang.
"Tempat penanaman pohon pada hari ini merupakan penyuplai air ke Bili-bili. Sementara air dari Bendungan Bili-bili semuanya untuk kemaslahatan masyarakat. Oleh karena itu jika hutan ini tidak terjaga dengan baik, maka tentu yang merasakan dampaknya adalah masyarakat Gowa dan Makassar," ujar Adnan.
Baca juga:Bupati Gowa Harap CPNS Paham Arah Kebijakan Pembangunan Daerah
Namun di luar dari itu, menurut Adnan, penanaman pohon ini bukan hanya bagian dari melestarikan hutan, akan tetapi juga bagian dari ibadah. Karena hasil dari penanaman pohon akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.
Olehnya itu, Adnan berharap pohon yang telah ditanam ini bisa dijaga dan dipelihara, sehingga bisa tumbuh dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan di masa yang akan datang.
Kapolda menyampaikan, ada sebanyak 1.000 bibit berbagai jenis pohon yang ditanam. Seperti bibit pohon ebony, cemara, alpukat hingga pete.
Baca juga:KPU Gowa Bentuk 3 Desa/Kelurahan Peduli Pemilu
Selain memperingari hari Bahayangkara, penanaman pohon ini kata Kapolda sekaligus sebagai kontribusi Polri dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, alam merupakan bagian penting dalam hidup manusia.
"Pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang berlangsung di bumi ini. Satu pohon bisa menghasilkan 130 kg oksigen dan menyerap karbon dioksida sebanyak 1 ton," kata Kapolda .
Kapolda melanjutkan, penanaman pohon ini juga sebagai upaya antisipasi terjadinya bencana alam, seperti banjir dan longsor. Sebab, pohon bisa mengatur aliran air dan memproteksi tanah dari ancaman abrasi dan longsor.
Baca juga:Pesantren Wadizzuhur Dapat Bantuan Rp100 Juta dari Pemkab Gowa
"Ketika kita menanam pohon, kita sedang menamakan satu harapan, menanamkan do'a, semuanya untuk kelanjutan dan keberlangsungan hidup generasi yang akan datang," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Adnan mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Polda Sulsel ini. Adnan menilai bahwa penanaman pohon menjadi upaya untuk menjaga dan melestarikan hutan. Ia yakin, kegiatan ini akan berdampak bagi masyarakat Gowa dalam ketersediaan air di masa mendatang.
"Tempat penanaman pohon pada hari ini merupakan penyuplai air ke Bili-bili. Sementara air dari Bendungan Bili-bili semuanya untuk kemaslahatan masyarakat. Oleh karena itu jika hutan ini tidak terjaga dengan baik, maka tentu yang merasakan dampaknya adalah masyarakat Gowa dan Makassar," ujar Adnan.
Baca juga:Bupati Gowa Harap CPNS Paham Arah Kebijakan Pembangunan Daerah
Namun di luar dari itu, menurut Adnan, penanaman pohon ini bukan hanya bagian dari melestarikan hutan, akan tetapi juga bagian dari ibadah. Karena hasil dari penanaman pohon akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.
Olehnya itu, Adnan berharap pohon yang telah ditanam ini bisa dijaga dan dipelihara, sehingga bisa tumbuh dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan di masa yang akan datang.
(luq)
Lihat Juga :